KPK Tetapkan Sutan Bhatoegana Jadi Tersangka

by
May 14th, 2014 at 4:02 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana sebagai tersangka. Sutan yang juga merupakan Ketua Komisi VII DPR ini dijerat dengan pasal penerimaan suap dan gratifikasi.

Sutan Bathoegana

Sutan Bhatoegana – Ist

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan tersangka “SB” terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). SB alias Sutan, kata Johan, menerima uang suap.

“Dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pembahasan anggaran APBNP 2013 di Kementerian ESDM dengan tersangka SB, Ketua Komisi VII DPR,” ujar Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Penetapan status tersangka Sutan itu dilakukan setelah KPK melakukan pengembangan perkara korupsi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Seperti diketahui Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini sudah lebih dulu jadi tersangka.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan Rudi, disebutkan bahwa Sutan telah menerima uang sebesar US$ 200 ribu pada 26 Juli 2013. Uang tersebut merupakan bagian dari uang US$ 300 ribu yang diterima Rudi dari bos Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong.

Dari pengembangan itu lah KPK berhasil menemukan sejumlah bukti yang berujung pada penetapan tersangka kepada Sutan Bhatoegana. “Pengembangan perkara SKK Migas, telah ditemukan sedikitnya dua bukti,” kata Johan.

Seperti dikutip dari detik.com, Sutan terakhir kali memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 30 November 2009. Pada LHKPN yang ada di KPK, total kekayaan Sutan senilai Rp 2,465 miliar dan US$ 15.000.

Berikut rincian dari LHKPN yang dilaporkan Sutan pada tahun 2009:

1. Harta tidak bergerak Rp 1,115 miliar
Tanah di kota dan kabupaten Bogor, Sleman, dan Jakarta Selatan. Sutan juga memiliki sebuah rumah mewah di kawasan elite Villa Duta di Bogor, Jawa Barat. Rumah ini pun sempat digeledah KPK beberapa waktu lalu.

2. Mobil Toyota Alphard seharga Rp 500 juta.

3. Mitsubishi Grandis seharga Rp 370 juta.

4. Harta bergerak lainnya berupa logam mulia Rp 345 juta, dan giro setara kas Rp 145 juta plus US$ 15.000.

(YG)

Comment di sini