Dampak Buruk Televisi Untuk Tumbuh Kembang Anak

by
May 20th, 2014 at 9:11 am
Pemimpin spiritual / Ist

Pemimpin spiritual / Ist

Dr.Dewi mengungkapkan bahwa peran orangtua sangat besar keterkaitannya dalam pembatasan acara televisi yang ditayangkan. Dr.Dewi menegaskan bahwa dibutuhkan sebuah pre-kondisi yang pengertiannya anak-anak harus diberikan secara dialogis apa yang boleh mereka ketahui dan apa yang tidak. Sang anak juga harus ditanamkan kedisiplinan sejak dini agar mereka mengerti hal-hal apa yang pantas mereka ketahui dan apa yang tidak. Orangtua juga diminta untuk mendisiplinkan diri sendiri untuk tidak melihat tayangan televisi pada saat sang anak bersama mereka, ketauladanan orangtua sangat diharapkan disini sehingga kemungkinan besar akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Orangtua juga dapat memberikan ekstrakulikuler yang dapat dijadikan alternatif untuk si buah hati agar sang anak dapat melakukan kegiatan positif yang dapat dijadikan bekal untuk bersosialisasi. Orang tua juga dapat mengurangi waktu tayangan televisi yang dimana dapat dijadikan dasar untuk mengawasi sang anak dari acara televisi yang kurang layak untuk disaksikan oleh si buah hati.

Disamping itu Dr.Dewi juga menambahkan bahwa dibutuhkannya komite independen yang juga bisa mengawasi secara ketat dan melakukan screening terhadap tayangan-tayangan yang akan ditampilkan. Pemerintah juga diharapkan bisa mengambil langkah tegas dan mempunyai undang undang yang strict terhadap semua tayangan yang tidak mempunyai nilai edukasi untuk tidak mendapat izin penayangan.

Banyaknya orangtua yang bekerja dan seringkali tidak dapat mengawasi tayangan televisi untuk buah hati mereka dirumah menjadi hambatan tersulit dalam pembatasan tayangan yang seharusnya tidak ditonton oleh anak di bawah umur. Maka satu-satunya yang dapat berjalan adalah sistem yang seharusnya diterapkan pemerintah secara kuat terhadap tayangan yang dikonsumsi pemirsa baik dalam skala besar maupun kecil. Tayangan harus ketat terseleksi dari awal bukan hanya melihat dari unsur hura-hura, menaikan rating atau polling atau bukan hanya sekedar unsur lucu dan menghibur, karena menurut beliau itu merupakan penyimpangan yang dimana seharusnya media, baik media cetak ataupun elektronik mewakili pendidikan, penanaman tata nilai, pencerdasan terhadap pihak manapun. Disamping menjadi sumber informasi, media juga harus menjadi sumber pencerdasan dan informasi harus mempunyai nilai tambah yang mencakup nilai tambah edukasi, nilai tambah niaga, nilai tambah pengetahuan, nilai tambah mengenai ketauladanan. Karena bagaimanapun tayangan adalah cerminan bagi pemirsanya.

Kerja sama orangtua yang paling dibutuhkan disini, dan tentu saja peran eksternal pemerintah yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang besar terhadap acara televisi yang ditayangkan. Karena bagaimanapun, tayangan televisi akan mempengaruhi karakter dan pola berfikir mereka. Namun, apa yang dapat diharapkan apabila sejak usia dini mereka telah diracuni dan terkontaminasi oleh hal-hal yang tidak baik dan dapat mempengaruhi perkembangan mereka. Karena bagaimanapun anak-anak bangsa ini lah yang akan menjadi penerus generasi Indonesia yang kelak akan menjadi pengharum nama bangsa.

 

Comment di sini