Kekerasan Seksual Pada Anak di Indonesia

by
May 23rd, 2014 at 4:41 pm

CiriCara.com – Tahun 2014 merupakan tahun yang sangat tidak bersahabat bagi anak-anak di Indonesia. Pasalnya, banyak kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi belakangan ini. Menurut data tahun 2010, terdapat 1.1018 kasus kekerasan seksual pada anak. Pada tahun 2011, tercatat 1.455 kasus kekerasan seksual pada anak. Pada tahun 2012, ada 1.634 kasus yang merupakan kekerasan seksual pada anak. Angka yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menjadi lampu kuning bagi orang tua yang ada di Indonesia untuk semakin waspada terhadap maraknya kekerasan seksual pada anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan bahwa sedikitnya ada 45 anak yang menjadi korban kekerasan seksual tiap bulannya. “Ini sangat tidak wajar dan tidak masuk akal”, ucap bapak Harris Wibawa selaku Project Director PT Agung Persada Propertindo/ Property Developer yang juga merupakan seorang ayah. “Anak-anak menjadi sangat tidak aman dan terancam di luar sana”, tambahnya.

ilustrasi kekerasan anak

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak – Ist

Kekerasan seksual pada anak menjadi masalah besar yang sedang dihadapi Indonesia. Banyak dampak biologis dan psikologis yang akan dialami oleh korban kekerasan seksual, seperti depresi, gangguan stres pasca trauma, rasa rendah diri yang buruk, somatisasi (kesulitan dalam berkomunikasi), dll. Adapun dampak biologis yang dapat terjangkit oleh korban kekerasan seksual, seperti penyakit gonorrhea, sifilis/raja singa sifilis, herpes, atau yang paling parah adalah HIV-AIDS.

“Keluarga adalah komunitas yang sangat penting bagi anggota-anggota keluarga yang ada di dalamnya”, begitulah makna keluarga bagi bapak Harris Wibawa. Beliau mengatakan bahwa sebagai mahluk sosial, manusia tidak dapat hidup tanpa berinteraksi satu sama lainnya, sehingga suasana yang intim dan hangat, saling mengasihi dan menghormati akan memberikan kesehatan secara mental dan jasmani kepada seluruh anggota keluarga.

Orang tua menjadi sosok yang sangat diharapkan untuk menciptakan rasa harmonisasi dan kenyaman keluarga, karena dengan adanya rasa saling mengasihi, hormat, dan saling melengkapi dapat membuat anak nyaman dengan kondisi keluarganya yang juga berarti dapat mengurangi tingkat kekerasan seksual pada anak secara tidak langsung. Bukan hanya seorang ibu, tapi kehadiran seorang ayah juga sangat dibutuhkan anak yang sedang bertumbuh untuk dijadikan figur yang baik dalam masa kecilnya. Kehadiran kedua orang tua pada saat momen-momen kehidupan anak menjadi memori yang akan diingat oleh anak, baik dalam momen baik atau buruk, karena dengan kehadiran kedua orang tua, seorang anak yang masih polos akan mengetahui kebenaran dan kesalahan yang ia lakukan.

Comment di sini