Kekerasan Seksual Pada Anak di Indonesia

by
May 23rd, 2014 at 4:41 pm
Pelecehan seksual pada anak / Ist.

Pelecehan seksual pada anak / Ist.

“Bersyukur kepada Tuhan karena telah dikaruniakan seorang anak perempuan, karena anak itu merupakan titipan Tuhan yang harus disikapi dengan rasa kasih dan tanggung jawab yang besar”, begitulah ungkapan yang ia katakan ketika ditanya perasaannya ketika mempunyai anak. Sebagai hadiah spesial yang Tuhan berikan kepada setiap orang tua, anak-anak seharusnya mendapatkan perhatian lebih dan khusus. Namun nyatanya, banyak orang tua yang mengabaikan anak-anaknya dengan kurang memberi perhatian mereka kepada sang buah hati. Hal ini mengakibatkan anak menjadi tidak mengetahui apakah yang mereka perbuat benar atau salah, mereka tidak mengetahui apakah yang mereka alami ini wajar atau tidak. Menurut bapak Harris Wibawa, ada beberapa kendala yang dialami oleh orang tua untuk dapat bisa menemani anak-anak pada masa pertumbuhan. Kendala yang paling umum yang dihadapi oleh orang tua untuk dapat hadir dalam masa pertumbuhan anak adalah faktor kesibukan pekerjaan yang akhirnya menyita waktu dan tenaga, sehingga orang tua hanya dapat mencukupi si anak hanya dalam hal materi.

Faktor lainnya adalah hubungan antara suami-istri/orang tua , yang tidak harmonis dan bahkan mengakibatkan perceraian. Tentunya yang menjadi korban adalah anak-anak yang sebetulnya sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang yg cukup dari kedua orang tuanya.

Menjalin hubungan dengan anak di waktu senggang juga akan membuat psikologis anak berkembang baik. Dengan eratnya hubungan orang tua dan anak, membuat anak menjadi terbuka dan tidak canggung untuk bercerita apa yang mereka alami. Banyak anak-anak yang merasa canggung dan tidak nyaman untuk bercerita pengalamannya kepada orang tuanya akibat relasi atau hubungan yang kurang intim. Hal ini membuat anak enggan bercerita dan buruknya lagi, mereka malah bercerita kepada orang lain yang mereka anggap lebih nyaman.

Berikut adalah tips yang diberikan bapak Harris Wibawa kepada orang tua yang ingin memulai membangun hubungan yang baik dengan sang buah hati, yaitu salah satunya adalah menjaga keseimbangan di dalam melakukan pekerjaan. Mengelola waktu dengan baik agar ada ‘quality time’ yang dikhususkan untuk keluarga seberapapun besar kesibukan pekerjaan yang dilakukan oleh orang tua. Ini membutuhkan komitmen yang tinggi dari setiap pribadi orang tua dengan menempatkan kepentingan atau kebutuhan si anak menjadi prioritas yang utama di dalam menjalankan kehidupannya. Hal yang lainnya adalah dengan menjaga hubungan yang harmonis antara suami-istri, sehingga orang tua dapat menjadi teladan dan panutan bagi anak-anaknya. Teladan hidup mengajarkan hal yang lebih banyak dan lebih efektif kepada si anak  dibandingkan dengan nasehat-nasehat dan perkataan-perkataan dari orang tua.

Comment di sini