Suryadharma Ali Jadi Tersangka Korupsi Dana Haji

by
May 23rd, 2014 at 9:40 am

Jakarta (CiriCara.com) – Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan dana dan pengadaan Haji. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah melakukan penyidikan terhadap politisi PPP itu.

Menteri Agama

Suryadharma Ali – Ist

Penetapan status tersangka Suryadharma Ali tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. Tidak hanya Suryadharma, kata Busyro, KPK juga tengah melakukan penyidikan terhadap tersangka lainnya yang diduga ikut terlibat.

“Sudah naik penyidikan dengan SDA (Suryadharma Ali) dan kawan-kawan sebagai tersangka,” ungkap Busyro saat dikonfirmasi oleh sejumlah media pada Kamis (22/5/2014) sore kemarin.

Meskipun demikian, Busyro tidak bersedia mengungkap identitas siapa yang dimaksud sebagai kawan-kawan dari Suryadharma itu. Selama ini baru Suryadharma yang sempat diperiksa KPK, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

KPK sendiri juga telah menggeledah kantor Kementerian Agama (Kemenag) sejak semalam dan masih berlanjut hingga Jumat (23/5/2014) pagi ini. Beberapa ruangan yang menjadi sasaran KPK adalah ruangan Menag Suryadharma Ali dan ruangan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Anggito Abimanyudi.

Direktur Pembinaan Haji dan Umroh, M Attamimy yang berhasil ditemui wartawan di kantor Kemenag, lebih memilih bungkam. Dia tidak mau mengomentari soal dugaan kasus korupsi dana haji tersebut.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP membenarkan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi dalam proses penyelenggaraan haji. Kasus korupsi tersebut terjadi pada tahun anggaran 2012-2013 di Kemenag.

“Disimpulkan bahwa dalam proses penyelenggaraan haji, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi,” ungkap Johan.

Sementara itu calon presiden dari partai Gerindra, Prabowo Subianto mengaku tidak percaya Suryadharma Ali telibat dalam kasus korupsi tersebut. Prabowo yakin bahwa Suryadharma Ali yang juga merupakan Ketua Umum PPP ini tidak bersalah.

Meskipun demikian, Prabowo tetap menghargai sistem hukum yang ada di Indonesia. Menurutnya, biarkan hukum yang akan menunjukkan kebenaran tersebut. “Tapi kan negara hukum, kita hormati,” ujarnya.

(YG)

Comment di sini