Instruksi PDIP Awasi Khotbah Jumat Tuai Kecaman

by
June 3rd, 2014 at 9:44 am

Jakarta (CiriCara.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berencana untuk mengawasi khotbah salat Jumat demi mencegah kampanye hitam. Melalui akun Twitter-nya, PDIP pun mengimbau agar kadernya membawa alat rekam saat mendengarkan khotbah.

pdip

Instruksi PDIP awasi khotbah Jumat – Ist/Twitter

“Para pendukung #JKWJK diharapkan membawa alat perekam saat ceramah sholat jumat, jika ada kampanye hitam bisa dilaporkan dan jadi alat bukti,” tulis akun Twitter @news_pdip saat memposting info terkait pengawasan masjid-masjid.

Salah satu tim pemenangan Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari pun membenarkan adanya instruksi pengawasan khotbah Jumat tersebut. Menurut Eva, hal ini dilakukan untuk mencegah kampanye hitam di masjid-masjid.

“Karena serangan kepada Jokowi-JK banyak dilakukan di masjid-masjid,” ujar Eva.

Meskipun demikian, Ketua Dewan Masjid Indonesia Surabaya Arif Afandi menilai bahwa instruksi PDIP untuk mengawasi khotbah Jumat itu tidak patut. Menurut Arif, hal itu hanya akan membuat para jamaah jadi merasa tidak nyaman dalam beribadah.

Arif tidak menampik bahwa dalam khotbahnya, khotib juga terkadang menyinggung soal politik. Misalnya, dalam khotbah Jumat, khotib mengatakan agar jamaahnya memilih pemimpin yang amanah pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

Namun menurut Arif, khotbah semacam itu bukan khotbah yang provokatif. Khotbah tersebut justru mengajak umat Muslim agar tidak Golput dan mau memilih pemimpin yang amanah sesuai dengan hati nurani jamaah masing-masing.

“Saya tidak setuju jika khotbah seperti ini dianggap provokasi mendukung salah satu calon,” tegas Arif, seperti dikutip dari Merdeka.com, Selasa (3/6/2014).

Hal serupa pun disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Menurut MUI, instruksi PDIP untuk mengawasi khotbah Jumat itu terlalu berlebihan. Hal ini pun dikhawatirkan bisa memicu konflik jelang Pilpres 2014.

“Itu (mengawasi khotbah Jumat) berlebihan dan terlalu over produktif. Kalau sampai itu tetap dilakukan, bisa melukai perasaan umat Islam,” kata salah satu Ketua MUI Jawa Timur Najib Hamid di Surabaya, seperti dikutip dari Merdeka.com.

Tidak hanya mengecam instruksi PDIP, para khotib pun kembali diingatkan untuk tidak menyampaikan khotbah yang bermuatan politik. Khotib diharapkan bisa menjaga agar mimbar Jumat tidak digunakan untuk provokasi dan proganda, mengingat Pilpres 2014 sudah dekat.

Apa pendapat Anda? Apakah Anda setuju dengan instruksi PDIP untuk mengawasi masjid-masjid, khususnya saat khotbah Jumat?

(YG)

Comment di sini