Beredar Surat Rekomendasi Pemecatan Prabowo dari TNI

by
June 9th, 2014 at 2:27 pm

Jakarta (CiriCara.com)Calon presiden Prabowo Subianto kembali diterpa isu seputar masa lalunya sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal ini terkait dengan beredarnya surat rekomendasi pemecatan dirinya yang dibuat pada tahun 1998 silam.

prabowo dipecat

Surat rekomendasi pemecatan Prabowo dari TNI – Merdeka.com

Seperti diberitakan detik.com, Senin (9/6/2014), surat rekomendasi pemecatan Prabowo itu tertulis dalam Keputusan Dewan Kehormatan Perwira Nomor KCP/03/VIII/1998/DKP. Diketahui bahwa surat tersebut dibuat pada 21 Agustus 1998.

Surat itu ditandatangani oleh Ketua Dewan Kehormatan Perwira Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo, Sekretaris Letjen TNI Djamari Chaniago, Wakil Ketua Letjen TNI Fahrul Razi, anggota Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, dan anggota Letjen Yusuf Kartanegara.

Dewan Kehormatan Perwira telah melakukan sidang pada 10,12, dan 18 Agustus 1998 dengan terperiksa Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto sebagai Danjen Kopassus. Hasilnya, Prabowo dinilai telah melakukan sejumlah pelanggaran.

Pasalnya, Prabowo telah memerintah anggota Satgas Merpati dan Satgas Mawar melalui Dan Grup-IV Kolonel Inf Chairawan dan Mayor Inf Bambang Kristiono untuk melakukan penyadapan, penangkapan, dan penahanan sejumlah aktivis.

Atas hasil pemeriksaan tersebut, Prabowo dinilai telah bersikap tidak profesional dengan mengabaikan etika periwira, sumpah prajurit, dan Sapta Marga. Karena hal ini lah Dewan Kehormatan Perwira meminta agar Prabowo dipecat.

“Perwira Terperiksa atas nama Letnan Jenderal Prabowo Subianto disarankan dijatuhkan hukum administrasi berupa diberhentikan dari dinas keprajuritan,” demikian bagian kesimpulan dari surat yang terdiri dari 4 halaman tersebut.

Beberapa aktivis yang disebut menjadi korban Prabowo itu adalah, Andi Arief, Aan Rusdianto, Mugiyanto, Nezar Patria, Haryanto Taslam, Rahardjo Waluyojati, Faisol Reza, Pius Lustrilanang, dan Desmond J Mahesa.

Meskipun demikian, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan bahwa surat rekomendasi pemecatan Prabowo itu tidak sama dengan keputusan akhir yang dibuat TNI. Pasalnya, Prabowo akhirnya hanya diberhentikan dengan hormat, bukan dipecat.

“Dia (Prabowo) tidak pernah dipecat tapi diberhentikan dengan hormat. Yang harus dipegang kan SK (Surat Keputusan),” tegas Martin.

Namun, hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti siapa yang menyebarkan surat rekomendasi pemecatan Prabowo tersebut.

(YG)

Comment di sini