Kisah Inspiratif: Wisudawati Berprestasi Diantar dengan Becak oleh Ayahnya

by
June 12th, 2014 at 11:30 am

CiriCara.com – Menjenjang pendidikan setinggi mungkin adalah hak setiap individu untuk meraih mimpi dan cita-citanya. Inilah yang dilakukan oleh seorang mantan mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Raeni yang mengambil jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Saat acara wisuda, Selasa (10 Juni 2014), Raeni yang tampil cantik dengan kebaya, riasan, dan toganya datang dengan menaiki becak yang dikayuh langsung oleh ayahnya, Mugiyono.

Raeni diantar ayahnya naik becak menuju Auditorium Unnes untuk melakukan prosesi wisuda / Humas Unnes Lintang Hakim

Raeni diantar ayahnya naik becak menuju Auditorium Unnes untuk melakukan prosesi wisuda / Humas Unnes Lintang Hakim

Ya, ayah Raeni berprofesi sebagai tukang becak dengan penghasilan setiap hari Rp 10.000 – Rp 50.000 dan mempunyai pekerjaan tambahan sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp 450.000 per bulan. Dilihat dari penghasilan ayahnya, Raeni datang dari keluarga sederhana. Meski begitu, keterbatasan ekonomi tidak membuat Raeni berputus asa dalam menimba ilmu. Ini dibuktikan dengan keberhasilan dan prestasinya selama kuliah di Unnes. Kuliah dengan tunjangan beasiswa Bidimiksi, Raeni beberapa kali mendapatkan indeks prestasi 4 dan akhirnya lulus dengan IPK (indeks prestasi kumulatif) 3,95. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan dari seorang anak tukang becak.

Ketika ditanya tentang kelanjutan masa depannya, Raeni mengungkapkan bahwa dirinya ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. “Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi.”

Sebagai ayah, tentu saja Mugiyono sangat bersyukur. Dukungannya selama ini berhasil mengantarkan putrinya menjadi wisudawati. Bahkan Mugiyono rela pensiun dini dari perusahaan kayu lapis agar bisa mendapatkan uang pesangon. Selepas berhenti bekerja, Mugiyono mulai menjalani profesinya sebagai tukang becak pada tahun 2010. Sehari-hari ia mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal. Semua ia lakukan untuk mendukung kuliah putri tercintanya yang bercita-cita menjadi guru.

Sementara itu, Rektor Unnes, Fathur Rokhman, memberi apresiasi terhadap prestasi Raeni. “Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni tetap bersemangat dan mampu menunjukkan prestasinya. Sampai saat ini Unnes menyediakan 26 persen dari jumlah kursi yang dimilikinya untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni,” ujarnya.

Sangat inspiratif. Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan. Selagi kita mampu berusaha diikuti dengan keyakinan yang kuat dan doa tiada henti, segala yang kita impikan pasti akan terwujud. Diharapkan kisah Raeni ini mampu menjadi inspirasi bagi para generasi muda untuk selalu tidak menyerah menuntut ilmu dan mengejar mimpi. Bahagiakanlah keluarga kalian, buatlah mereka bangga, dan majukan Indonesia. (MD)

Comment di sini