Pidato Prabowo Dinilai Tidak Mendidik Rakyat

by
June 13th, 2014 at 11:33 am

Jakarta (CiriCara.com) – Pidato calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang menyarankan agar rakyat menerima uang politik menjelang Pilpres 9 Juli 2014 dinilai tidak mendidik. Pidato tersebut disampaikan Prabowo saat kampanye di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Selasa (10/6/2014) lalu.

prabowo subianto

Prabowo pakai kemeja putih berlogo Garuda – Ist

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nasrullah menilai pidato Prabowo tersebut hanya akan menghambat perkembangan demokrasi masyarakat Indonesia. Padahal sebagai capres, Prabowo seharusnya ikut serta dalam memberantas praktik politik uang yang sering terjadi di Pemilu.

“Pernyataan seperti itu sangat tidak mendidik rakyat dan sangat tidak relevan dalam menumbuhkan demokrasi di Indonesia,” ujar Nasrullah pada Kamis (12/6/2014) kemarin, seperti dikutip dari Merdeka.com, Jumat (13/6/2014).

Seperti diketahui, sebelumnya Prabowo dalam orasinya menyampaikan bahwa masyarakat boleh mengambil uang politik yang kerap ditebar menjelang pencoblosan. Namun, Prabowo tetap mewanti-wanti agar masyarakat tidak memilih orang yang membagi uang tersebut.

“Kalau ada serangan fajar, ambil uangnya, karena itu uang rakyat, jangan merasa harus balas budi. Masa nolak rezeki, itu uang kita yang mereka curi,” kata Prabowo di hadapan para pendukungnya.

Dalam pidatonya, Prabowo kembali mengingatkan agar para pedukungnya tidak berpaling dari pasangan Prabowo-Hatta hanya karena diberi uang politik dari kubu lawan. “Ambil uangnya, tapi tetap coblos…?” kata Prabowo sambil meminta jawaban dari pendukungnya.

Mendengar perkataan tersebut, para pedukung yang hadir di sana pun sontak berteriak “Nomor satuuu…” sebagai jawaban dari pertanyaan Prabowo itu. Seperti diketahui, pasangan Prabowo-Hatta mendapat nomor urut 1 pada Pilpres 2014.

Lebih lanjut, Prabowo pun meminta agar masyarakat Indonesia jangan terlalu lugu, mau memilih karena sudah diberi uang. “Mau tau apa itu lugu? Lugu itu singkatan dari lucu dan guoblok,” kata Prabowo.

Berdasarkan pidato itu lah, Bawaslu menilai Prabowo tidak mendidik masyarakat terkait hal demokrasi. Padahal sudah jelas bahwa praktik politik uang itu tidak dibenarkan dalam penyelenggaraan demokrasi, baik Pemilu Caleg maupun Capres.

(YG)

Comment di sini