3 Kelebihan Menjadikan Debat Capres-Cawapres Sebagai Dasar Memilih

by
June 16th, 2014 at 11:15 am

CiriCara.com – Masih ada beberapa putaran debat Capres dan Cawapres menjelang 9 Juli 2014 mendatang. Artinya, masih ada kesempatan masyarakat untuk memilah dan memilih sosok seperti apa yang cocok dan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia zaman sekarang.

debat capres 2014

Debat capres-cawapres 2014 – Ist/Republika

Menurut penulis, debat ini merupakan momen penting untuk melihat kapasitas kedua calon. Karena, debat tersebut disiarkan secara langsung. Saat itulah masyarakat bisa melihat kedua calon sedang berbicara secara langsung tanpa skenario di balik layar.

Ada beberapa kelebihan saat masyarakat menilai pasangan Capres-Cawapres saat debat dibandingkan dengan menerima informasi dari pemberitaan media massa. Diantaranya:

1. Lepas dari agenda setting berita

Penggiat media pasti paham agenda di balik pemberitaan media. Setiap media memiliki keberpihakkan masing-masing. Bisa dibuktikan melalui TVone, pemiliknya adalah Aburizal Bakrie, pengusaha sekaligus orang nomor satu di partai Golkar (Golongan Karya).

Melihat keberpihakan Golkar kepada pasangan Prabowo-Hatta Rajasa, sangat memungkinkan pria yang biasa dikenal dengan sebutan ARB ini memiliki maksud tersembunyi di balik pemberitaannya pada stasiun televisi yang bersangkutan.

Juga pada Metro TV, media yang dibawahi oleh Surya Paloh. Selain membawahi stasiun televisi tersebut, Surya Paloh juga merupakan orang nomor satu di sebuah partai, yakni Nasional Demokrat (Nasdem).

Sedangkan, Nasdem juga memiliki keberpihakan pada pasangan capres-cawapres tertentu, yaitu pasangan nomor dua, Jokowi-JK. Sama halnya dengan media yang dibawahi ARB, memungkinkan stasiun televisi ini memiliki maksud tersembunyi di balik beritanya.

Hal ini tidak sekedar asumsi, bila dikaji lewat teori media massa, maupun diamati dengan cermat. Akan tampak keberpihakkan kedua media tersebut. Misalnya, pihak media pasangan Z, memberitakan hal-hal positif dari Z dan hal-hal negatif dari X, lawannya. Padahal, Z pun memiliki kelemahan dan X pun memiliki kelebihan. Agenda setting media pada fase ini ialah saat media tersebut menutupi sebagian fakta untuk memengaruhi pandangan masyarakat. Yang terjadi? Masyarakat berpikir tidak objektif!

Nah, dalam kondisi seperti ini, debat pasangan Capres-Cawapres jadi hal yang paling objektif untuk dijadikan indikator penilaian. Karena, penyelenggaraannya terlepas dari siapa pemilik media yang bermain. 11 stasiun televisi menayangkan serentak, penyelenggaranya pun KPU yang kita anggap saja netral. Karena itu, cermatlah dalam melihat siaran debat Capres-Cawapres berikutnya

Comment di sini