4 Cara Memutar Bayi yang Sungsang

by
June 17th, 2014 at 4:58 pm

CiriCara.com – Betapa menyenangkan menanti hari-hari kelahiran janin yang berada di dalam rahim. USG tiap bulan yang dilakukan, membuat ayah dan bunda merasa dekat dengannya dan terkadang membayangkan rupanya. Apakah ia seperti ayah, atau seperti bunda?

ibu sedang hamil

Ibu hamil – Ist

Setiap USG, baik ayah dan bunda berdebar-debar menunggu pemeriksaan dokter. Apakah ia normal? Apakah berat badannya cukup? Apakah jenis kelaminnya, laki-laki atau perempuan? Apakah posisinya sudah tepat? Dan “apakah-apakah” lainnya yang menimbulkan tanya dan kekhawatiran.

Kebersamaan bunda dengan si janin memang menimbulkan perasaan dekat tetapi kebersamaan itu tak mampu membuat bunda dan juga ayah yakin bagaimana keadaannya sesungguhnya. Hanya upaya maksimallah yang bisa dilakukan sembari terus berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bunda dan si janin diberi kesehatan dan kelancaran dalam melalui hari demi hari menjelang persalinan.

Di dalam rahim, bayi menikmati tempatnya dengan cara berjungkir balik sambil sesekali mengisap jempolnya. Berenang-renang di dalam cairan ketuban adalah kesukaan lainnya. Namun seiring bertambahnya usia kehamilan dan bertambahnya berat badannya, lama-kelamaan ruang geraknya menjadi lebih terbatas. Si jabang bayi hanya bisa menyikut dan menendang saja.

Memasuki minggu ke 36-37, janin biasanya mengatur posisinya secara alamiah. Kepalanya akan berada di bawah. Sayangnya tak semuanya “setuju” dengan posisi itu. Ada yang tetap dengan posisi kepala di atas (sekitar 3-4%). Posisi inilah yang dikenal dengan istilah sungsang (terbalik).

Pada posisi ini, kaki atau bokong dari si jabang bayi berada di rongga panggul dan mulut rahim (cervix) bundanya. Dengan demikian, dalam proses persalinan normal, ia akan lahir dengan posisi kaki atau bokong keluar lebih dulu. Hal yang dianggap kelainan karena menyulitkan ibu dan bayi ini disebabkan oleh 2 hal:

  • Faktor yang berasal dari bunda. Faktor yang berasal dari bunda ini bisa disebabkan oleh kondisi rahim yang longgar. Bunda yang sudah pernah hamil sebelumnya biasanya memiliki rahim yang lebih longgar sehingga jabang bayi mudah berputar-putar di dalamnya. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh ukuran rongga panggul yang kecil (panggul, bagian dalam tubuh bunda, bukan pinggul luar), tumor (miom), atau letak plasenta yang di bawah.
  • Faktor yang berasal dari janin. Hal ini bisa saja terjadi bila ukuran janin lebih besar daripada ukuran rahim ibu. Saat akan memasuki rongga panggul menuju posisi normal menjelang persalinan, ia terpental kembali dan tak mampu lagi berputar ke bawah. Bisa juga terjadi bila janin mengalami kelainan volume otak (anensefali), kondisi ini menyebabkannya sulit turun ke bawah. Kehamilan kembar pun berisiko sungsang.
Comment di sini