Sejarah Mandala Airlines di Indonesia

by
June 20th, 2014 at 9:42 am

Jakarta (CiriCara.com) – Maskapai penerbangan Mandala beberapa hari lalu memutuskan untuk menghentikan operasional penerbangannya. Hal ini diputuskan karena perusahaan yang dibentuk pada tahun 1969 ini terus mengalami kerugian.

Tigerair Mandala

Pesawat Tigerair Mandala – Ist

Mandala yang kini bernama Tigerair Mandala sebenarnya memiliki 17 rute penerbangan dari Indonesia. Namun karena kesulitan keuangan, perusahaan ini pun menghentikan seluruh penerbangannya baik untuk tujuan dalam negeri maupun luar negeri, per 1 Juli 2014.

Seperti diberitakan Merdeka.com, pada era 2005 Mandala akhirnya dilego kepada invester karena maskapai yang saat itu dimiliki para Jenderal di kesatuan Kostrad ini merugi. Mandala diketahui berhutang pada kreditur hampir Rp 800 miliar.

“Memang harus dilepas, selain karena rugi terus, adanya larangan bisnis TNI dan juga tidak ada kaitannya dengan Kostrad karena modalnya dari sumbangan pribadi,” kata Said Dudu yang pernah menjadi Ketua Tim Transformasi bisnis TNI, seperti dikutip dari Merdeka.com.

Akhirnya pada tahun 2006, saham Mandala pun dibeli oleh PT Cardig Internasional. Perusahaan ini mengakuisisi sepenuhnya saham yang dimiliki Yayasan Kostrad sekitar Rp 300 miliar. Dan tak lama setelah itu, 49 persen saham Mandala dibeli oleh Indigo.

Pada tahun 2007, Mandala memesan 30 pesawat airbus baru senilai USD 2,3 miliar. Mandala kemudian memutuskan untuk menghentikan penggunaan pesawat Boeing-nya dan menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan Singapura untuk perawatan pesawatnya.

Pada 2011, Mandala kembali terpuruk dan terjerat hutang sebesar Rp 2,4 triliun dan akhirnya diselesaikan dengan cara restrukturisasi, hutang tersebut menjadi saham 70,58 persen. Pada bulan Mei 2011, Mandala pun mengumumkan pihaknya kembali melayani penerbangan.

Setelah direstrukturisasi, Mandala pun kembali mengalami pergantian saham. Pemegang saham terbesar PT Saratoga Investment Group, 51 persen. Tiger Airways dari Singapura sebesar 33 persen, dan 16 persen sisanya dimiliki oleh pemegang saham lama dan para kreditor yang dulu meminjamkan utang ke Mandala.

Kini, setelah kepemilikan Mandala beralih ke Sandiaga Uno dan Tiger, maskapai yang berubah nama jadi Tigerair Mandala ini kembali merugi. Ketua Dewan Komisaris Mandala Airlines, Jusman Syafii Djamal mengatakan bahwa sejak 2012 pihaknya memang terus mengalami kerugian.

Untuk mengatasi kerugian itu, sebenarnya pihak manajemen Mandala sudah menawarkan saham ke berbagai maskapai lain. Tapi karena terus merugi, akhirnya Mandala pun memutuskan untuk menghentikan operasionalnya pada 1 Juli 2014 mendatang.

Kamis (19/6/2014) kemarin, sejumlah calon penumpang Mandala pun mulai melakukan refund tiket. Mereka pun mengaku kecewa karena pelayanan Mandala dalam refund tiket dianggap terlalu lambat.

(YG)

Comment di sini