Wiranto: Prabowo Terlibat di Kasus Penculikan 98

by
June 20th, 2014 at 9:35 am

Jakarta (CiriCara.com) – Pernyataan mantan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto bahwa dirinya tidak tersangkut dalam kasus penculikan tahun 1998 mendorong Wiranto untuk turut bicara. Seperti diketahui, Prabowo sering dikaitkan dengan peristiwa 1997-1998. Dia diduga terlibat dalam penghilangan paksa para aktivis pro-demokrasi menjelang pemilu tahun 1997. Karena peristiwa tersebut, Prabowo dipecat oleh dewan kehormatan tinggi TNI dari jabatannya sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat.

Wiranto - Ist

Wiranto – Ist

Mantan Panglima ABRI Jenderal Purnawirawan Wiranto secara jelas menyatakan bahwa salah satu alasan pemecatan Prabowo adalah karena dia terbukti melakukan penculikan aktivis tahun 1998. Ditemui di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta, Kamis (19/6/2014), Wiranto menyatakan, “Tatkala Prabowo nyata-nyata telah dibuktikan bahwa beliau terlibat dalam kasus penculikan, maka tentu diberhentikannya itu sesuai dengan norma yang berlaku.”

Dengan tegas, Ketua Umum Partai Hanura yang kini mendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-JK ini mengatakan bahwa alasan pemberhentian Prabowo sudah jelas. Namun Wiranto menyerahkan seluruhnya kepada masyarakat untuk menilai makna pemecatan yang diberikan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) kepada Prabowo, apakah diberhentikan dengan hormat atau sebaliknya.

“Seorang militer berhenti dari dinas keprajuritan pasti ada sebabnya. Misalnya diberhentikan dengan hormat, sebabnya sudah habis masa dinasnya. Di sisi lain ada berhenti karena tidak hormat, karena melanggar sapta marga keprajuritan, melanggar UU,” ujar Wiranto, seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (19/6/2014).

“Saya kira kita tahu ini menjadi perbincangan yang hangat karena Prabowo juga menjadi kandidat capres. Saya tak ingin terjebak dalam perdebatan istilah. Berpulang kepada masyarakat mau menyebut istilah yang mana.”

Beberapa hari yang lalu, beredar Surat Keputusan DKP Nomor: KEP/03/VIII/1987/DKP dari TNI yang berisikan tentang rekomendasi pemecatan Prabowo. Beredarnya dokumen tersebut, menurut Wiranto, bukan sebagai kebocoran dan dokumen tersebut bukanlah dokumen rahasia negara. Wiranto melanjutkan bahwa informasi pemberhentian Prabowo harus disampaikan kepada masyarakat luas.
Dokumen itu ditetapkan 21 Agustus 1998 oleh DKP yang diketuai Jenderal Subagyo HS, Wakil Ketua Jenderal Fachrul Razi, dan Sekretaris Letjen Djamari Chaniago. Selain itu ada pula Letnan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Letjen Yusuf Kartanegara, Letjen Agum Gumelar, dan Letjen Ari J Kumaat.
Pada dokumen tersebut secara jelas disebutkan bahwa Prabowo terbukti terlibat penculikan aktivitis pada kerusuhan 1998. (MD)
Comment di sini