Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan

by
June 23rd, 2014 at 11:23 am

CiriCara.com – Bulan Ramadan merupakan salah satu bulan yang penting bagi umat Islam. Pasalnya, pada bulan Ramadan ini seluruh umat Islam akan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh dan merayakan Hari Raya Idul Fitri setelahnya.

cara menentukan awal puasa

Melakukan Rukyat untuk menentukan awal puasa – Ist

Di Indonesia sendiri momen Ramadan ini sering memunculkan kontroversi. Dimana satu golongan berbeda pendapat dalam menentukan awal puasa atau awal Ramadan. Biasanya terjadi antara Muhammadiyah dengan Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU).

Meskipun demikian, ibadah puasa Ramadan di Indonesia tetap berjalan dengan damai dan lancar. Walau ada perbedaan, masyarakat Indonesia bisa tetap saling menghargai dan menghormati keputusan masing-masing.

Bagaimana sih caranya menentukan awal puasa Ramadan?

Sebenarnya umat Islam mempunyai dua cara/metode dalam menentukan awal bulan di kalender Hijriyah, yakni Hisab dan Rukyat. Dua cara itu juga yang dijadikan cara untuk menentukan awal puasa di bulan Ramadan.

1. Hisab

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Saat ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi.

Hisab ini juga dipakai sebelum rukyat untuk menentukan kapan ijtimak terjadi, yakni saat mahatari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau disebut konjungsi.

2. Rukyat

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal (bulan sabit), yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat bisa dilakukan dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop atau teropong.

Rukyat ini dilakukan pada saat menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak. Inilah yang sering dilakukan Kementerian Agama saat melakukan sidang isbat sebelum menentukan awal Ramadan.

Kenapa terjadi perbedaan?

Umat Islam di Indonesia mempunyai dua kriteria yang digunakan sebagai penentuan awal bulan pada kalender Hijriyah. Berikut adalah penjelasannya:

Berpuasa- Rukyatul Hilal

Adalah kriteria penentuan awal bulan Hijriyah dengan cara mengamati hilal secara langsung. Jika hilal tidak terlihat maka lamanya satu bulan digenapkan jadi 30 hari. Jadi dalam menentukan awal Ramadan, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban digenapkan jadi 30 hari, dan setelah itu baru bisa berpuasa. Kriteria ini biasa dipakai Nahdlatul Ulama (NU).

- Wujudul Hilal

Adalah kriteria penentuan awal bulan Hijriyah berdasarkan dua prinsip; Ijtimak telah terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan terbenam setelah matahari terbenam; maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian hilal saat matahari terbenam. Kriteria ini digunakan oleh Muhammadiyah.

Meskipun ada perbedaan, semua umat Muslim diminta untuk tetap menghargai satu sama lain. Karena yang terpenting adalah bagaimana cara Anda menjaga agar ibadah puasa yang dijalankan tidak berakhir dengan sia-sia. Semoga bermanfaat!

(YG)

Sumber: Wikipedia

Comment di sini