Esemka Hanya Jadi Tunggangan Politik Jokowi?

by
June 23rd, 2014 at 12:59 pm

Solo (CiriCara.com) – Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar nama mobil Esemka. Ya, mobil yang diklaim sebagai mobil nasional asli karya anak negeri ini sempat membuat publik heboh. Apalagi mobil ini dibuat oleh para anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dirakit di bengkel Sukiyat, Solo, Jawa Tengah.

Joko Widodo

Jokowi naik mobil Esemka saat masih jadi Walikota Solo – Ist

Mobil Esemka kian menarik perhatian setelah dibawa ke Jakarta untuk menjalani uji emisi. Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat sebagai Walikota Solo pun dengan bangga memperkenalkan mobil Esemka dan bersedia mendukung rencana produksi masal.

Sejak saat itu lah, nama Jokowi pun mendapat banyak pujian. Namanya kian ramai dibicarakan oleh masyarakat hingga akhirnya dia muncul di pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Jokowi pun terpilih jadi gubernur dan kini dicalonkan sebagai Capres dari PDIP.

Sementara itu, nama Esemka yang dulu dibangga-banggakan, sekarang seolah tenggelam. Esemka gagal lolos uji emisi dan akhirnya mobil yang pernah menjadi kendaraan dinas itu hanya menjadi pajangan di Solo Tecno Park (STP), tempat produksi Esemka.

Terkait dengan hal itu, mantan Sekda Kota Solo era Jokowi, Supradi Kertamenawi menilai Jokowi hanya ingin memanfaatkan mobil Esemka sebagai kendaraan politik. “Jelas Esemka itu hanya sebagai tunggangan,” ujar Supradi.

Menurut Supradi, jika Jokowi memang serius mendukung produksi masal mobil Esemka, seharusnya proses produksi tidak dilakukan di STP, yang merupakan lembaga pendidikan. Pasalnya, hal itu sudah menyalahi aturan.

“Seharusnya bikin tempat produksi,” ujar Supradi.

Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Fitrah (32), salah satu warga Solo. Menurutnya, warga Solo kecewa karena nasib mobil Esemka yang dulu sempat dibangga-banggakan malah berakhir dengan tidak ada kejelasan.

“Mobil Esemka itu sebenarnya langkah awal yang bagus, untuk menciptakan mobil nasional. Namun kalau sekarang tidak jelas, mangkrak, kita semua kecewa,” ujar Fitrah.

Lebih lanjut, Fitrah pun berharap agar mobil Esemka kembali diperhatikan dan kembali diproduksi. Menurutnya, hal itu akan sangat bagus apalagi jika dalam proses produksinya melibatkan tenaga dari anak-anak SMK.

(YG)

Comment di sini