Ini Kata LIPI Tentang Hasil Debat Prabowo vs Jokowi

by
June 23rd, 2014 at 11:25 am

Jakarta (CiriCara.com)Debat capres 2014 putaran ketiga Prabowo vs Jokowi telah berlangsung pada Minggu malam (22/6/2014) dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. Dari hasil debat tersebut, siapakah yang unggul di antara Prabowo dan Jokowi? Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bidang kajian politik luar negeri dan pertahanan, M. Haripin, turut memberikan opininya seputar hasil debat capres tersebut. Dengan jelas, Haripin mengungkapkan bahwa gagasan yang disampaikan Jokowi lebih menggairahkan daripada gagasan milik Prabowo.

Debat capres Prabowo vs Jokowi / Merdeka

Debat capres Prabowo vs Jokowi / Merdeka

“Saya lihat penampilan Jokowi dari segi artikulasi dan substansi justru lebih menggairahkan, Jokowi menunjukkan bahwa dia ingin Indonesia lebih berperan aktif lagi dalam berpolitik luar negeri ” kata Haripin kepada JIBI/Bisnisdi Jakarta, Minggu (22/6/2014) dilansir dari Solo Pos.

Yang dimaksud menggairahkan disini adalah, ujar Haripin, Jokowi menyinggung hal lebih menarik yang berhubungan dengan tema debat. Jokowi bicara mengenai dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, memanfaatkan drone (pesawat tanpa awak), dan poros maritim dunia.

Menurutnya, ada alasan dan strategi khusus mengapa Jokowi tampil berani menyatakan gagasannya tentang isu Palestina yang mungkin tidak diduga oleh Prabowo dan tim debatnya. Ada kemungkinan apa yang dilakukan Jokowi tersebut bertujuan untuk merangkul suara pemilih di Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah figur yang memperhatikan kemerdekaan negara Islam lainnya dan meluruskan mengenai isu SARA yang pernah ditujukan padanya.

Sebaliknya, Haripin melihat bahwa Prabowo kurang mengedepankan pengalaman dan pengetahuannya di bidang politik internasional dan militer pada acara debat capres tersebut. “Saya berharap dia membahas soal macan asia yang selama ini selalu disampaikannya, tetapi saya lihat dia hanya berbicara masalah ketahanan nasional dan kurang mengelaborasi masalah politik internasionalnya.”

Haripin melanjutkan, Prabowo seharusnya dapat menguraikan pernyataan yang disampaikan Jokowi, misalnya pada kasus Palestina. “Dia bisa menanyakan kenapa Jokowi mendukung kemerdekaan Palestina, dan apa manfaat serta keuntungan Indonesia, terutama dari segi ekonomi dan politik,” terangnya.

Terlepas dari itu semua, dia mengatakan Prabowo dan Jokowi sebagai capres memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing dalam menyampaikan gagasannya. Kedua capres telah menyampaikan gagasan dan pandangannya secara rasional dan strategis. Apa yang mereka sampaikan juga termasuk hal yang sangat penting, terutama dalam menentukan masa depan politik internasional begitu pula kemampuan pertahanan dan keamanan Indonesia.

“Kalau dilihat dari hasil debat, Jokowi saya rasa lebih unggul dari Prabowo. Jokowi dapat nilai 8, sedangkan Prabowo dapat nilai 7,” tandas Haripin. (MD)

Comment di sini