Modus Penggelapan Uang yang Dilakukan Bos Cipaganti

by
June 24th, 2014 at 4:47 pm

Bandung (CiriCara.com) – Bos perusahaan travel Cipaganti, Andianto Setiabudi, ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Barat pada hari Senin (23/6/2014) dengan tuduhan penipuan dan penggelapan dana melalui koperasi sejak tahun 2008. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Martinus Sitompul mengungkapkan secara rinci modus operandi penggelapan uang yang dilakukan oleh CEO Cipaganti Group tersebut.

Martinus menjelaskan bahwa sejak tahun 2008 hingga Mei 2014, Andianto melakukan penghimpunan penyertaan modal melalui Koperasi Cipaganti dari 8.700 mitra hingga terkumpul dana Rp 3,2 triliun. Modal minimal yang harus diserahkan sebesar Rp 100 juta dan mitra diberi imbal hasil sebesar 1,6 -1,95 persen per bulan tergantung tenor.

“Dengan kesepakatan, dana itu akan dikelola oleh koperasi untuk kegiatan perumahan, SPBU, transportasi, perhotelan, alat berat, dan tambang,” kata Martinus di Bandung, Selasa (24/6/2014) dikutip dari Kompas.com.

Andianto Setiabudi / today bisnis

Andianto Setiabudi / today bisnis

Hasil yang didapat dari pemeriksaan saksi menunjukkan bahwa dana mitra tersebut mengalir ke beberapa perusahaan milik Andianto, yaitu PT CCG sebesar Rp 200 miliar, PT CGT sebesar Rp 500 miliar, dan PT CGP sebesar Rp 885 juta, dengan kesepakatan bagi hasil 1,5 persen hingga 1,75 persen.

Namun sejak Maret 2014, pembayaran imbal hasil tidak berjalan mulus. Martinus melanjutkan, sisa uang mitra tidak diketahui secara jelas penggunaannya dan cenderung tidak dapat dipertanggungjawabkan. Itulah mengapa para mitra merasa ditipu oleh Andianto.

Untuk menutupi adanya ketidaklancaran pada bagi hasil dengan mitra yang lebih dulu berinvestasi, Andianto menerapkan sistem ‘gali lubang tutup lubang’. Ia menggunakan dana mitra lain yang ikut bergabung belakangan untuk menutupi bagi hasil yang tidak berjalan mulus. Hingga saat ini, kerugian diperkirakan masih ratusan miliar rupiah.

“Pada saat awal bermitra, dana kerja sama langsung diberikan sebesar 1,5 persen sampai 2 persen kepada freeline marketing yang bisa berhasil menarik pemodal sebagai fee sehingga dana para mitra (yang baru bergabung) tidak semuanya digunakan untuk kegiatan usaha,” sambungnya.

Selain Andianto, Polda Jawa Barat juga menahan dua orang lainnya yang diduga terkait kasus penggelapan uang tersebut. Dua orang itu bernama Djulia Sri Redjeki, warga jalan Gatot Subroto, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Coblong, Bandung, dan Yulinda Tjendrawati Setiawan, warga jalan Cipaganti, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Bandung. (MD)

Comment di sini