Digendong Saat Tinjau Banjir, Pejabat China Dipecat

by
June 25th, 2014 at 2:02 pm

Guixi (CiriCara.com) – Seorang pejabat di China, Wang Junhua dipecat karena dianggap telah melakukan tindakan yang tidak pantas. Pasalnya, Wang meminta bawahannya untuk menggendongnya saat meninjau lokasi banjir agar sepatu kulitnya tidak basah.

pejabat china dipecat

Pejabat China digendong anak buah saat tinjau lokasi banjir – Ist

Wang yang merupakan Wakil Direktur Kantor Pemerintah Kota Guixi, Jiangxi itu dinilai telah bersikap arogan karena memanfaatkan anak buahnya untuk kepentingan pribadi. Sejumlah warga pun mengaku tidak senang dengan kunjungan pejabat tersebut.

Hu Peng, seorang warga yang berada di lokasi banjir mengaku kecewa dengan tindakan yang telah dilakukan Wang terhadap anak buahnya. Dia pun menduga tinjauan Wang ke lokasi banjir yang menewaskan 2 orang siswa itu hanya untuk pencitraan saja.

“Sangat jelas pejabat itu datang hanya untuk mendapatkan publisitas murahan. Namun saat dia tahu kakinya harus basah maka kepribadian aslinya terlihat,” ujar Hu Peng, seperti dilansir media Daily Mail, Rabu (25/6/2014).

Lebih lanjut, Hu Peng pun mengaku kasihan terhadap Ding Xianbao, bawahan yang diminta menggendong Wang. Pasalnya, kata Hu Peng, si bawahan itu disuruh menggendong Wang di pundaknya dan mengendarainya seperti seekor keledai.

“Saya merasa kasihan dengan pria itu, dia dipermalukan,” ujar Hu Peng.

Sementara itu, Kantor Pemerintah tempat Wang Junhua bekerja membenarkan pihaknya telah memecat Wang. Namun, mereka membantah bahwa Wang Junhua telah menyuruh anak buahnya untuk menggendongnya. Melainkan bawahannya sendiri lah yang menawarkan diri untuk menggendong Wang.

“Tapi biar bagaimana pun hal itu tidak dibenarkan. Seharusnya jika memang tidak ingin basah-basahan, ia musti bawa perahu karet,” demikian penyataan Kantor Pemerintah tempat Wang bekerja.

Seperti diketahui, China dilanda banjir pada pertengahan Juni ini. Badai dan banjir yang melanda China bagian selatan dan timur ini mengakibatkan 14 orang tewas dan 3 juta jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

(YG)

Comment di sini