Ada Baliho Soeharto “Pilih Mantuku Yo” di Kampanye Prabowo

by
June 26th, 2014 at 2:08 pm

Sukoharjo (CiriCara.com) – Tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menggelar kampanye di Lapangan Made, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kampanye dukungan untuk Prabowo-Hatta itu dihadiri oleh Hidayat Nur Wahid dan Suhardi.

baliho soeharto

Baliho Soeharto – detik.com

Pada kampanye yang berlangsung Kamis (26/6/2014) ini, terlihat ada yang menarik di salah satu sisi Lapangan Made. Dimana terpasang sebuah baliho yang memperlihatkan foto mantan presiden Republik Indonesia Soeharto tengah melambaikan tangan dan calon presiden 2014 Prabowo.

Terlihat juga beberapa tulisan-tulisan yang dimaksudkan untuk memberi dukungan kepada Prabowo yang akan bertarung pada Pilpres, 9 Juli 2014 mendatang. “Cinta damai,” demikian salah satu kutipan dari kalimat yang ada di baliho berukuran sekitar 4×2 meter persegi itu.

Di bagian gambar Soeharto juga terdapat sebuah tulisan, seolah-olah kalimat itu diucapkan oleh mantan presiden yang memimpin selama 32 tahun itu. “Nuwon Sewu… Kabare Sedulor Podho Sehat Kabeh To. Ayo seng podho rukon yho…”

Pada bagian tengah terdapat kalimat lain berlogat Jawa yang mengajak agar seluruh warga memilih Prabowo pada Pilpres mendatang. Terdapat “embel-embel” menantu dalam kalimat tersebut, seolah-olah Soeharto meminta untuk memilih Prabowo yang merupakan menantunya.

“Sedulur kabeh..sesuk tanggal 9 Juli 2014 ojo kliru milih… miliho nomer 1 (siiji) soale iku mantuku yho.. suwun,” demikian kutipan kalimat di baliho tersebut, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (26/6/2014).

Sementara itu, di bagian pojok kiri bawah pada baliho terdapat tulisan “Ika Lemhanas RI Angkatan V 2014 Garuda Sakti.” Biasanya, tulisan di bagian pojok tersebut merupakan identitas si pemasang baliho. Namun hingga saat ini masih belum ada konfirmasi.

Pemasangan baliho Soeharto itu bisa saja merupakan strategi kampanye yang ampuh untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih Prabowo. Pasalnya, kampanye serupa pun pernah dilakukan Partai Golkar dan terbukti hingga akhirnya Titiek Soeharto bisa lolos jadi DPR baru.

Benarkah Prabowo-Hatta juga mengunakan nama Soeharto untuk “berjualan” agar lolos Pilpres 2014?

(YG)

Comment di sini