Kubu Prabowo Serang Jokowi dengan Isu Komunis

by
June 27th, 2014 at 3:25 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Aksi saling serang antar kubu capres masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya Jokowi diserang dengan isu SARA (suku, ras, agama, dan antar golongan), kini kubu Prabowo menyerang calon presiden nomor urut dua tersebut dengan isu komunis.

Kubu pasangan Prabowo-Hatta menilai ideologi yang diusung Jokowi, yakni program Revolusi Mental, merupakan akar dari ideologi komunis. Adalah Fadli Zon, sekretaris pemenangan Prabowo-Hatta, menjelaskan bahwa bapak komunis Karl Marx menggunakan istilah Revolusi Mental pada tahun 1869 dalam karya Eighteenth Brumaire of Louis Bonapartem.

fadli zon / Ist

fadli zon / Ist

Karena sebelumnya Prabowo diduga membawa aroma nazi melalui lagu kampanye “Indonesia Bangkit” karya Ahmad Dhani, kini kubu mereka mempertahankan diri dan mulai menyerang bahwa Jokowi menganut paham komunis dari gagasan Revolusi Mental-nya.

“Indonesia tak ada hub dg NAZI, yg ada dg komunis. Nah ‘Revolusi Mental’ punya akar kuat tradisi paham komunis,” lanjut Fadli Zon di Twitter, Kamis (26/6/2014). “Aidit PKI, hilangkan nama Achmad dr nama depannya n ganti dg Dipa Nusantara (DN) dg alasan ‘Revolusi Mental’ yaitu hapus yg berbau agama,” ujarnya.

Mengapa kubu Prabowo bisa menuding Jokowi komunis? Menurut tim sukses Prabowo-Hatta, Kivlan Zen, ideologi komunis Jokowi bisa dilihat dari sebutan “kawan” kepada para pendukung Jokowi. Sebutan “kawan” dinilai serupa dengan sebutan comrade atau kamerad pada aktivis komunis.

Selain itu, Kivlan Zen juga menduga ada campur tangan Cina. Ini bisa dilihat dari banyaknya propaganda yang menyerang wacana nasionalisme yang didengungkan Prabowo.

“Saya mendetek Cina akan memberikan Rp 15 triliun jika dapat membangun komunis di Indonesia. Sekarang ada indikatornya propaganda dan agitator menjelek-jelekkan Prabowo,” ujarnya seperti dilansir Merdeka.

Kubu Prabowo-Hatta, yaitu tim sukses pemenangan Prabowo-Hatta, Letjen Purn Suryo Wibowo juga mengatakan bahwa kampanye Jokowi-JK dikenal brutal dan anarkis. Menurutnya, hal ini sangat mencerminkan rezim preman mirip model kepemimpinan komunis.

“Kemarin (Rabu, 18/6/2014) hanya ingin menyeberang jalan di depan kampusnya, mahasiswa UII di Yogya dipukuli massa kampanye Jokowi-JK hingga masuk rumah sakit. Sementara di Solo, Jepara dan beberapa daerah di Jawa Tengah spanduk Prabowo-Hatta yang jumlahnya tidak banyak dibanding spanduk Jokowi-JK disobek dan dirusak,” ujar Letjen TNI Purn Suryo Prabowo di Tegal, Kamis (19/6/2014) kepada Merdeka.

Jokowi / Kompas

Jokowi / Kompas

Dituding oleh kubu lawan mainnya dalam Pemilihan Presiden 2014 bahwa dirinya menganut paham komunis yang diturunkan PKI, Jokowi langsung membantahnya dengan tegas. “Isu yang menyebut saya PKI adalah penghinaan. Berulang kali saya jelaskan Bapak dan Ibu saya itu dua-duanya haji. Keluarga saya sudah jelas. Orang juga sudah kenal semua. Kakek saya lurah dari Karanganyar. Kalau kakek dari Ibu adalah pedagang kecil. Mau sampai kakek canggah pun sama alurnya seperti itu,” kata Jokowi.

Metode kampanye hitam dengan cara menghembuskan isu negatif seperti ini, menurut Jokowi, adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab dan membuatnya sangat jengkel. (MD)

Comment di sini