Pos Indonesia Sebut Surat Prabowo Senilai 4 Miliar

by
July 1st, 2014 at 11:17 am

Jakarta (CiriCara.com) – Metode kampanye Prabowo dengan mengirimkan surat kepada guru-guru sekolah telah ditetapkan sebagai pelanggaran kampanye oleh Bawaslu (Badan Pengawasan Pemilu). Ini dibuktikan oleh pernyataan Ketua DPP Serikat Pekerja PT Pos Indonesia, Jaya Santosa, yang menyebut biaya pengiriman surat atas nama Prabowo Subianto itu senilai miliaran rupiah.

“Paling sedikit surat untuk guru-guru itu berjumlah lima puluh ribu lembar dengan biaya pengiriman sebesar empat miliar rupiah ke sejumlah tempat di Indonesia melalui PT Pos Indonesia,” kata Jaya memberikan keterangannya kepada Detik, Selasa (1/7/2014).

Surat dari Prabowo / Kompas

Surat dari Prabowo / Kompas

Kata Jaya, sebelumnya PT Pos Indonesia tidak mengetahui bahwa isi surat tersebut adalah kampanye terselubung. Terlebih, ada oknum internal perusahaan yang sengaja mengirimkan surat Prabowo yang berisi permintaan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang.

“Ada oknum pegawai dan pejabat PT Pos yang berkaitan saudara dengan Hatta Rajasa sebagai cawapres nomor urut satu,” ungkap Jaya.

Anggota tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan bahwa model kampanye seperti ini mencoreng dunia pendidikan. Rieke juga percaya para guru tidak akan mudah terjebak dan terpengaruh pada politik praktis semata.

“Para pengajar saya yakin tidak akan gadaikan masa depan rakyat dan bangsa, yang akhirnya menyangkut dunia pendidikan,” tutur aktris yang ngetop lewat perannya sebagai Oneng di situasi komedi Bajaj Bajuri dan kini menjadi anggota DPR RI tersebut.

Bawaslu pada Senin (30/6/2014) menyatakan bahwa surat yang dikirimkan atas nama Prabowo tersebut melanggar Pasal 41 ayat 1 undang-undang No 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden. Ketentuan tersebut menyebutkan tentang larangan kegiatan kampanye di institusi pendidikan. (MD)

Comment di sini