Tulis Janji Jokowi “Sinting” Ini Penjelasan Fahri

by
July 1st, 2014 at 10:16 am

Jakarta (CiriCara.com) – Anggota tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fahri Hamzah, menanggapi tentang dirinya yang dianggap menghina Jokowi melalui kicauannya di Twitter. Menurutnya, kata “sinting” yang ada pada kicauannya tersebut tidak bermaksud menghina capres nomor urut 2 tersebut, melainkan hanya mengkritik.

“Itu kan kritik kepada janji, tidak ada hubungannya dengan menghina. Itu kritik kepada janji. Saya mengkritik orang yang berjanji berkali-kali, janjinya itu tidak ditepati. Sekarang dia berjanji lagi. Itu kontennya,” kata Fahri di Jakarta, Senin (30/6/2014) malam, dilansir dari Kompas.

Fahri Hamzah / lensa indonesia

Fahri Hamzah / lensa indonesia

Dengan batas penulisan 140 karakter di Twitter, Fahri menganggap banyak orang yang salah mengintepretasikan kicauannya. “Twitter sebagai sebuah naskah, kita harus baca titik komanya di mana. Anda lihat setelah titik, saya bilang sinting. Kritik kepada janjinya. Bahaya kalau janji terus tidak ditepati,” ujar politikus PKS ini.

Sebelumnya, Fahri menulis sebuah kicauan di akunnya @Fahrihamzah, Kamis (27/6/2014) yang berisi: “Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!

Kicauan Fahri tersebut merupakan tanggapan atas janji Jokowi atas tuntutan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, agar menjadikan 1 Muharram sebagai hari santri nasional.

Sementara itu, kicauan Fahri juga dianggap melecehkan kaum santri Indonesia. “Pernyataan Fahri juga tidak menghormati keberadaan bahkan sudah menghina kaum santri Indonesia,” tegas Sekretaris Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Ahmad Basarah, Senin (30/6/2014), dilansir dari Tribunnews.

Karena kicauannya tersebut, terlebih dengan kata “sinting”, Fahri dilaporkan oleh tim advokasi Jokowi-JK ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu). Dalam hal ini, Fahri dianggap melanggar UU No 42 tahun 2008 pasal 41 ayat 1 huruf C yang berbunyi, “pelaksana, peserta dan petugas kampanye dilarang menghina, seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/pasangan calon lain”.

Ditanya mengenai rencana pemanggilannya oleh Bawaslu, Fahri menjawab, “Saya siap dong.” (MD)

Comment di sini