Jokowi Brantas Premanisme, Massa PDIP Malah Segel TV One

by
July 3rd, 2014 at 11:59 am

Bandung (CiriCara.com) – Saat menghadiri silahturahim dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Barat, di Bandung Convention Center, Rabu (2/7/2014) malam, Jokowi sebagai calon presiden nomor urut 2 pada Pilpres 2014 memberi gagasan untuk menghilangkan tindak premanisme di Indonesia dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

penyegelan kantor TV One / Antara

penyegelan kantor TV One / Antara

“Kalau semua kerja nggak ada preman, nggak ada kriminal. Kalau semua kerja, pulang kerja ya capek semua, nggak ada begitu-begitu (premanisme). Sekarang begini karena ada orang-orang yang tidak punya kerjaan,” kata Jokowi dilansir dari Republika.

Untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan merata, Jokowi mengatakan akan mulai dari pembangunan jaringan listrik yang menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Dengan adanya jaringan listrik yang dibenahi, industri akan berkembang dengan pesat. Rencana pembenahan listrik ini, kata Jokowi, dibiayai melalui APBN dan investasi pihak swasta. Capres dari PDIP ini pun mendorong masyarakat untuk melakukan investasi.

Sementara itu, di lain tempat dan di waktu tidak lama setelah pidato Jokowi, massa PDIP malah melakukan aksi demo di depan kantor TV One, yaitu kantor redaksi TV One di Pulogadung, Jakarta Timur serta menyegel kantor TV One Biro Yogyakarta. Aksi protes kepada TV One ini mendapat pengawalan ketat dari Polri dan TNI.

Salah seorang pendemo di Yogyakarta, Foki Ardiyanto, mengaku sangat geram setelah melihat pemberitaan di TV One yang menyebutkan PDIP adalah bagian dari komunisme PKI (Partai Komunis Indonesia).

“Atas pemberitaan tersebut, massa PDI Perjuangan menginginkan ada klarifikasi dari TV One serta meminta maaf kepada seluruh kader PDI Perjuangan,” ujar Foki.

Tidak hanya penyegelan, massa PDIP pun melakukan aksi corat-coret dinding bangunan TV One dengan tulisan-tulisan kekesalan. Salah satu yang terlihat adalah tulisan “Kader PDIP bukan PKI”. (MD)

Comment di sini