Modus! Ada Rp 50 Ribu di Nasi Kotak Kampanye Prabowo

by
July 3rd, 2014 at 3:21 pm

CiriCara.com – Kampanye terbuka yang diselenggarakan Prabowo dan tim kampanyenya di Lumintang, Bali, Selasa (1/7/2014) mendapat keluhan dari pihak tertentu. Pasalnya, saat acara berlangsung, tim kampanye Prabowo membagikan nasi kotak kepada para massa yang datang. Bukan masalah nasi kotaknya, melainkan uang Rp 50.000 yang diselipkan pada nasi kotak tersebut.

uang 50 ribu di dalam nasi kotak yang dibagikan prabowo / Tribunnews

uang 50 ribu di dalam nasi kotak yang dibagikan prabowo / Tribunnews

Karena uang Rp 50 ribu yang ada pada nasi kotak tersebut, Prabowo dituding modus dengan melakukan politik uang yang jelas merupakan pelanggaran kampanye. Persoalan ini pun dilaporkan ke Bawaslu (Badan Pengawasan Pemilu).

Seorang pelapor menulis sebuah pernyataan di situs matamassa.org, situs khusus pemantau pelanggaran Pemilu. “Dugaan pelanggaran terindikasi money politic ini ditemukan saat kampanye terbuka di Lumintang, Bali, hari Selasa, 1 Juli 2014,” tulisnya seperti dilansir Tribunnews.

Aduan pelapor tersebut lalu ditanggapi langsung oleh Bambang Agus Murtidjo, seorang simpatisan calon presiden Prabowo Subianto, melalui bagian komentar pada situs yang sama. Ia membantah adanya politik uang saat kampanye. Menurutnya, uang tersebut adalah bentuk simpati kepada para pendukung Prabowo yang telah datang untuk mendengarkan pidato capres nomor urut satu itu dan memeriahkan acara kampanye.

“Pembagian nasi bungkus dan dalam nasi bungkus diselipi uang Rp 50 Ribu, Itu bukan termasuk politik uang. Tapi rasa sosial Team Sukses terhadap pendukung Capres Nomor Satu, yang mau datang dan berpanas-panas dan meluangkan waktu datang dari tempat tinggalnya yang jauh,” terang Bambang.

Baca juga: Garuda Merah Prabowo-Hatta Dianggap Lecehkan Lambang Negara.

Bambang menuliskan pula, “Sehingga pantas diacungi jempol Tim Sukses Capres Prabowo Subianto di Bali. Berbeda dengan Tim Sukses Capres Jokowi, mengumpulkan uang dari pendukungnya. Mana yang paling sportif, jika ingin memperjuangkan kesejahteraan rakyat, harus memberi kepada rakyat, jangan meminta sumbangan rakyat di jalan-jalan.” (MD)

Comment di sini