Massa PDIP Kepung TV One, Ini Kata Jokowi

by
July 4th, 2014 at 10:18 am

Bandung (CiriCara.com) – Massa PDIP telah mengepung dan menyegel kantor TV One di Jakarta dan Yogyakarta pada Kamis (3/7/2014), dinihari kemarin. Aksi yang dinilai arogan itu pun mendapat tanggapan dari calon presiden Joko Widodo (Jokowi).

jokowi

Joko Widodo (Jokowi) – Ist

Menurut Jokowi, pendukungnya itu mengepung kantor TV One karena sudah tak tahan oleh provokasi kampanye hitam yang dinilai kelewatan. Berita TV One yang menyebut PDIP dihuni oleh orang komunis sudah termasuk penghinaan besar buat partai berlambang banteng itu.

Sebenarnya kami kurang sabar apa? Sejak awal pertama kita diamkan, terus kemana-mana. Terakhir sampai pada isu PKI. Kan penghinaan besar, buat saya pribadi dan juga ke orangtua,” ujar Jokowi di Bandung, seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (3/7/2014).

Jokowi mengatakan bahwa dirinya selalu mengimbau pendukungnya untuk tidak berbuat anarkis dalam menghadapi kampanye hitam. Namun, Jokowi mengakui bahwa pihaknya tidak bisa mengontrol satu per satu relawan yang jumlahnya sudah mencapai jutaan.

Sering bilang ke relawan kalau kejelekan balas dengan kebaikan, fitnah balas dengan kebaikan. Tapi nggak mungkin semua kita handle. Relawan jumlahnya jutaan tidak mungkin kita suruh sabar semua. Apalagi ini (isunya) sudah kelewatan,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, aksi pengepungan itu tidak bisa disalahkan kepada pendukungnya saja. Ia mengatakan bahwa aksi tersebut juga terjadi karena provokasi media massa, salah satunya berita yang disiarkan TV One.

“Salah sendiri manas-manasi. Jangan dong salahin relawannya, salahin yang buat isu, fitnah, dan buat panas,” ungkap capres Jokowi yang akan berpasangan dengan cawapres Jusuf Kalla pada Pilpres 9 Juli 2014, mendatang.

Dikesempatan yang sama, Jusuf Kalla pun menegaskan bahwa pihaknya akan melawan semua bentuk fitnah. Selama isu atau berita yang beredar itu tidak benar, kata pria yang akrab disapa JK ini, pihaknya akan terus melawan.

“Kebohongannya itu yang dilawan. Karena kita ingin negeri ini dipimpin pemimpin yang legal, pemimpin yang bersih,” ujar JK yang juga merupakan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: Kubu Prabowo Nilai Aksi Massa PDIP Kepung TV One Sebagai Cara Komunis.

(YG)

Comment di sini