Ada Oknum Suruh WNI Hongkong Pilih Capres No 1

by
July 7th, 2014 at 10:50 am

Hongkong (CiriCara.com) – Pemungutan suara di tempat pengumutan suara luar negeri (TPSLN) di Victoria Park, Hongkong, telah dilangsungkan pada Minggu (6/7/2014). Sempat terjadi kericuhan karena banyak WNI yang tidak bisa menggunakan hak suaranya.

kericuhan pemungutan suara di hongkong

Protes WNI pendukung Jokowi-JK di TPSLN di Hongkong karena tidak boleh memilih – Ist

Sekitar 500 sampai 1000-an WNI tidak bisa memilih karena pihak Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN) di Hongkong telah menutup pemungutan suara tersebut pada pukul 5 sore waktu setempat. Padahal saat itu sebenarnya masih ada antrean panjang.

Karena izin pemakaian lapangan Victoria Park dari Pemerintah Hongkong dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 17.00,” ujar Koordinator Desk Pemilu Migrant Care Syaifullah Annas, yang ikut memantau jalannya proses pemungutan suara tersebut.

Atrean panjang itu diduga karena PPLN hanya menyediakan satu jalur pintu masuk ke TPSLN. Kesal sudah mengantri tapi tidak bisa memilih, WNI pun mengamuk dan merusak pagar pembatas di TPSLN tersebut.

Menurut Arista Devi, seorang WNI yang ikut mencoblos di Hongkong, mengungkapkan bahwa sebagian besar WNI yang tidak bisa memilih itu adalah pendukung Jokowi-JK. Mereka pun langsung protes dan meneriakkan nama capres dukungannya.

“Protes dan teriak-teriak ‘Jokowi…Jokowi…,” tutur Arista, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Arista mengatakan bahwa suasana semakin panas saat ada panita yang berkata WNI boleh masuk TPSLN namun harus memilih pasangan capres-cawapres nomor 1; Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Pengunjuk rasa pun langsung marah dan merobohkan pagar.

“Saat demo itu, seorang oknum panitia berceletuk. Ayo, silakan masuk, tapi hanya pemilih nomor 1 yang dibolehkan masuk,” kata Arista.

Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari pun mengklaim mempunyai video rekaman celetukan oknum panitia tersebut. Eva pun mendesak Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Presiden (Pilpres) Wilayah Hongkong untuk segera mengusut oknum tersebut.

“(Petugas tersebut) agar tidak diperbolehkan lagi bertugas terutama saat perhitungan tanggal 9 Juli mendatang. Karena tidak netral. Ada videonya,” tegasl Eva.

(YG)

Comment di sini