4 Kejanggalan Quick Count yang Menangkan Prabowo

by
July 11th, 2014 at 4:55 pm

CiriCara.com – Pasangan capres-cawapres nomor urut 1; Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mengklaim pihaknya adalah pemenang Pilpres 2014. Hal ini berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat 4 lembaga survei yang tayang di TV One dan MNC Group.

Quick Count yang menangkan Prabowo-Hatta - Ist

Quick Count yang menangkan Prabowo-Hatta – Ist

Empat lembaga yang menyatakan kemenangan Prabowo-Hatta di quick count itu adalah Puskaptis, Jaringan Suara Indonesia, Lembaga Survei Nasional, dan Indonesia Research Center. Dalam quick count tersebut Prabowo unggul dengan perolehan 50% lebih.

Namun belakangan ini muncul sejumlah kejanggalan mengenai keempat lembaga survei itu. Kejanggalan ini yang kemudian menjadi dasar Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) untuk melakukan penyelidikan atas perbedaan hasil quick count tersebut.

Berikut kejanggalan lembaga survei yang memenangkan Prabowo-Hatta dalam hasil quick count-nya:

1. Situs resmi masih berupa blog

Kredibilitas lembaga survei Puskaptis diragukan publik karena situs resminya masih berupa blog gratis yang disediakan wordpress.com, bukan menggunakan domain sendiri. Tampilan blog juga masih memakai desain dari template. Ditambah lagi banyak typo pada beberapa judul konten di blog Puskaptis itu.

Untuk proyek bernilai miliaran rupiah, blog Puskaptis yang terkesan asal-asalan itu dinilai memicu kejanggalan tersendiri.

2. Proposal Puskaptis Rp 6 miliar

Menurut Ketua Tim Relawan Jokowi-JK Jenggala Center, Iskandar Mandji, Puskaptis pernah menawarkan proporsal quick count Pilpres 2014 dengan meminta anggaran Rp 6 miliar. Namun proposal tersebut akhirnya ditolak.

Belakangan beredar dokumen proposal quick count Puskaptis di media sosial. Tampak Puskaptis menganggarkan Rp 7,9 miliar.

3. Batalnya kerjasama TV One dengan Pol-Tracking Institute

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hana Yudha mengatakan bahwa awalnya TV One dan pihaknya akan bekerjasama untuk quick count Pilpres 2014. Namun, tiba-tiba saja TV One melibatkan 3 lembaga survei lainnya, yakni Puskaptis, JSI, dan LSN.

Karena berbagai pertimbangan, Pol-Tracking Institute pun memutuskan untuk membatalkan kerjasama dengan TV One. Terbukti, hasil quick count yang tayang di TV One berbeda dari hasil quick count di kebanyakan televisi lainnya.

Kejanggalan hasil quick count yang ditayangkan di TV One - Ist/Twitter

Kejanggalan hasil quick count yang ditayangkan di TV One – Ist/Twitter

4. Jumlah melebihi 100%

Hasil quick count yang ditayangkan di RCTI ternyata ada yang jumlahnya melebihi 100%. Seperti quick count dari LSN, dimana Prabowo-Hatta 50,60% dan Jokowi-JK 49,75%. Padahal jika dijumlahkan totalnya adalah 100.35%.

Di TV One juga terjadi hal yang sama, dalam tayangan quick count versi JSI, Prabowo-Hatta mendapat 50,36% dan Jokowi-JK mendapat 49,65%. Jika dijumlahkan maka totalnya ada 100,01%. Kejanggalan ini berhasil diabadikan dalam foto dan ramai beredar di media sosial.

(YG)

Comment di sini