Cara Berakhir Pekan yang Menyenangkan di Jakarta

by
July 14th, 2014 at 4:06 pm

CiriCara.com – Liburan akhir pekan tidak harus menjelajahi daerah di luar ibukota Jakarta. Karena daerah Jakarta pun sudah memiliki tujuan wisata yang kalau kita jelajahi tidak kalah menariknya dengan daerah di luar Jakarta. Salah satu daerah tujuan wisata kuliner dan sejarah di Jakarta yang sudah terkenal di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara yaitu Pecinan Jakarta.

toko pecinan dan glodok

Toko yang menjual perlengkapan Imlek di Glodok – Ist

Pecinan Jakarta yang termasuk dalam kawasan kota Tua Jakarta, merupakan pemukiman orang Tionghoa sejak jaman pemerintahan kolonial Belanda, tepatnya setelah peristiwa pembantaian orang Tionghoa tahun 1740, orang Tionghoa pun ditempatkan dalam satu lokasi yaitu di daerah Pancoran, Jakarta Barat ini. Di daerah Pecinan ada pasar tempat bahan-bahan makanan, bumbu dan makanan khas orang Tionghoa. Selain itu, di sini juga kita dapat menemukan bangunan-bangunan khas Tionghoa yang menarik dan sudah lama usianya.

Begitu kita turun di daerah Pancoran atau Glodok, kita akan berjalan menyusuri pertokoan yang sebagian besar sudah ada sejak masa kolonial dan dimiliki oleh orang Tionghoa. Disini kita bisa menemukan toko obat Cina, toko kelontong, toko asinan dan manisan dan banyak pedagang lainnya. Apabila kita ingin membeli barang-barang khas Tionghoa seperti angpau, hiasan dinding dan lain-lainnya, kita juga bisa membelinya di para pedagang kaki lima yang banyak berada di sepanjang pertokoan.

Setelah menyusuri pertokoan, kita belok ke kiri untuk masuk ke pasar Petak Sembilan. Di sini kita akan disajikan pemandangan sayuran dan buah-buahan yang segar, kue-kue basah serta ikan, daging kodok, dll. Apabila sedang mencari bahan makanan atau bumbu untuk masakan Tionghoa, silahkan dicari disini. Dan apabila kehausan, ada es cincau, tebu, kelapa dan buah lontar yang dapat menyejukkan badan.

Dari pasar yang selalu ramai ini, kita berjalan menuju bangunan ibadat orang Tionghoa, yang sudah berdiri sejak abad ke-16. Bangunan tersebut yaitu Klenteng Kim Tek (artinya Klenteng Kebajikan Emas) atau Jin de Yuan (dalam bahasa Mandarin). Klenteng ini merupakan salah satu klenteng terlama dan terbesar di Jakarta. Pada tahun 1740, klenteng ini sempat dibakar dan dirusak dan baru pada tahun 1755 klenteng ini dipugar dan diberi nama Kim Tek Ie. Pada malam tahun baru Imlek atau perayaan hari besar Tionghoa, tempat ini akan ramai dikunjungi peziarah dan wisatawan.

Dari klenteng Kim Tek Ie, kita dapat berjalan terus melihat bangunan gereja Katolik Santa Maria de Fatima, satu-satunya gereja Katolik yang berasitektur rumah Tionghoa. Bangunan gereja ini dulunya merupakan bekas kediaman Letnan Cina yang dibeli oleh pihak gereja Katolik. Sampai sekarang gereja ini masih digunakan untuk misa dan bagian belakang gereja juga masih digunakan untuk tempat tinggal para pastur. Jika tertarik untuk datang pada misa khusus berbahasa Mandarin, datang saja setiap Minggu pukul 15.30 sore.

Dari gereja Katolik Santa Maria de Fatima, kita bisa mengunjungi klenteng Toasebio atau klenteng Feng Shan Miao. Kelenteng ini juga dikenal sebagai Toa Sai Bio/Da Shi Miao atau Kelenteng Duta Besar, sebab Cheng Goan Cin-kun/Qingyuan Zhenjun, dewa utama tuan rumah kelenteng ini, juga dikenal dengan sebutan Toa Sai Kong/Dashi Gong. Bangunan ini didirikan pada 1751.Setelah menikmati bangunan khas Tionghoa, kita dapat menikmati kuliner di daerah bekas pertokoan Gloria. Disini, semua makanan khas Tionghoa dapat ditemukan. Mulai dari asinan, nasi campur, ba cang, dan lain-lain.

Sudah puas berjalan-jalan dan makan, sekarang waktunya kita untuk pulang. Tidak susah untuk berakhir pekan dengan menyenangkan bukan?

Tips untuk wisata ke Pecinan: Selalu gunakan transportasi umum jika mengunjungi tempat ini karena akan sulit mencari parkir apabila menggunakan kendaraan pribadi. Lagipula semua tempat dapat dijangkau dengan berjalan kaki secara mudah. Selalu jaga dompet dan tas kalian karena tempat ini selalu ramai, sehingga rawan pencopet. Apabila ingin memotret, terutama di tempat ibadat, jangan lupa untuk menanyakan kepada petugas ditempat itu. Tempat-tempat ibadat biasanya tidak ada guide yang akan menjelaskan, tapi kita bisa meminta salah seorang pengurus di rumah ibadat tersebut untuk membantu menjelaskan. Untuk kalian yang beragama Islam, hati-hati ketika membeli makanan khas Tionghoa, selalu tanyakan apakah makanan tersebut halal atau tidak. Terakhir, selalu siapkan payung atau topi dan menggunakan lotion penangkal matahari ketika mengunjungi tempat ini di siang hari. Karena itu waktu yang tepat untuk berjalan-jalan di daerah sini yaitu pagi hari. Juga siapkan masker penutup hidung dan mulut ketika berjalan, karena akan banyak debu kendaraan yang lalu lalang.

Comment di sini