Menikah Adalah Sebuah Awal

by
July 15th, 2014 at 1:44 pm

CiriCara.com – Pernikahan adalah suatu hal yang sakral, dan sudah selayaknya dipertahankan kesakralannya sebagai sebuah lembaga oleh setiap pasangan yang telah terikat dalam janji pernikahan itu. Tingkat kedewasaan yang diikuti oleh kematangan berpikir dalam memutuskan untuk menikah, membangun keluarga, harus dimiliki setiap pasangan yang telah merencanakannya. Pernikahan menjadi hal yang sakral karena ikrar untuk saling terikat dilakukan di hadapan pemuka agama, saksi-saksi, dan terutama di hadapan Tuhan Sang Pencipta yang telah merancang persatuan antara laki-laki dan perempuan.

pernikahan

Cincin pernikahan – Ist

Awal pernikahan itu bak kapal baru yang dilepaskan dari galangan ke hamparan lautan luas. Penuh kebahagiaan dan kebanggaan, berangkat dari pelabuhan di hari yang cerah di perairan dengan gelombang yang tenang. Semua serba indah dan menyenangkan, dengan harapan pelayaran akan selalu aman dan nyaman, namun kenyataan akan selalu bicara sebaliknya. Ini kenyataan yang harus sudah diantisipasi oleh setiap pasangan yang akan masuk dalam pernikahan.

Adalah sebuah kewajaran bahwa setiap kapal yang menempuh pelayarannya berhadapan dengan gelombang besar dan sesekali badai yang menerpa dengan ganasnya. Sungguh ilustrasi yang amat tepat dengan kenyataan perjalanan kehidupan pernikahan. Tatkala hidup pernikahan harus diterpa oleh angin ribut dengan gelombang yang menakutkan, akan begitu terasa ketegangan yang mencekam sepasang insan. Kesabaran panjang yang disertai keberanian, dan kesetiaan untuk terus bersama dalam cinta, harus menjadi kekuatan inti dari pasangan yang telah saling mencinta itu.

Gelombang dan badai itu datang dalam rupa perbedaan pendapat yang meruncing, perasaan tidak dihargai oleh pasangan, tidak berkenan atas perlakuan pasangan terhadap mertua, pasangan (biasanya si suami) kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, terjadinya hubungan yang menjurus kepada perselingkuhan, putera/puteri usia remaja yang memberontak, suami/isteri/anak sakit keras, dan banyak lagi.

Bukannya hal mudah menghadapi semua itu, tapi sangatllah layak bagi setiap insan yang penuh dengan kesadaran membentuk dan membangun sebuah keluarga untuk mati-matian bertahan dalam bahtera pernikahan, karena sesungguhnya pernikahan adalah janji suci di hadapan Tuhan. Layak untuk bertahan, karena setiap individu yang ada di dalamnya sedang menjalani proses pendewasaan diri dan pemurnian cinta, sehingga jelas dapat dikatakan mereka yang lari dari pernikahan, adalah mereka yang menolak untuk didewasakan dan dimurnikan melalui hidup pernikahan. Mereka memungkiri segenap janji suci yang telah diucapkan di depan manusia dan di hadapan Tuhan.

Tak satupun pasangan di dunia yang sempurna. Kita tidak hidup di dunia dongeng, di mana selalu dikatakan Sang Pangeran yang tampan dan Sang Puteri yang jelita hidup berbahagia selama-lamanya! Betapa sempurnanya! Ya, tidaklah seperti itu. Sang suami selalu punya kekurangan, begitu pula sang isteri, maka seharusnya yang terjadi adalah kelemahan suami ditutupi oleh kekuatan isteri dan sebaliknya kelemahan isteri ditutupi oleh kekuatan suaminya. Keduanya saling mengakui kelemahan dan kekuatan masing-masing. Keduanya saling merendahkan hati, bukan saling menjadi hakim, atau saling klaim aku yang benar. Keduanya, sekalipun punya perbedaan, tapi memutuskan untuk bekerja sama dalam menghadapi dan mengatasi persoalan berat dan ringan dalam keluarga.

Bagi setiap pasangan kekasih yang akan menyatukan diri dalam sebuah pernikahan, perlu sangat mengerti, bahwa pernikahan adalah bukan akhir, itu barulah sebuah awal, sedangkan kelanjutannya adalah menjalani hidup pernikahan yang menuntut tiap pelakunya untuk berperan secara aktif dan konsisten sampai kematian menjemput. Tujuan akhirnya selalu kebahagiaan, tetapi kebahagiaan itu tidak dengan sendirinya hadir dalam sebuah pernikahan. Kebahagiaan itu datang dan pergi, maka harus terus menerus diusahakan, dicari, diperjuangkan oleh keduanya. Akhirnya, hidup pernikahan adalah sebuah ibadah yang indah di mata Tuhan, maka wajiblah dipertahankan keutuhan dan kelanggengannya. Selamat menempuh hidup pernikahan!

Comment di sini