Selamat Pagi, Pak Ahok!

by
July 16th, 2014 at 8:57 am

CiriCara.com - Kesejahteraan, keamanan, ketertiban, dan kebersihan Jakarta sebagai Ibukota Negara sangatlah saya dambakan. Hadir sebagai pendatang dan bekerja di Jakarta setelah selesai kuliah, dan akhirnya bisa menetap sebagai warga Ibukota adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya.

basuki tjahaja purnama

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Ist

Tidak terasa telah 24 tahun saya menjadi bagian dari warga Jakarta, namun kebanggaan yang semula telah memudar dan berganti dengan keprihatinan akibat begitu banyaknya kemerosotan kualitas Ibukota negeri ini hampir di segala bidang. Yang terasa paling menonjol adalah masalah ketertiban berlalu lintas dan masalah kebersihan kota. Tobat, Pak…! Maaf saja kalau saya katakan, dari kedua masalah tersebut saja, Jakarta sudah bertransformasi menjadi wadah besar kekumuhan. Ketidaknyamanan menjadi santapan sehari-hari di sepanjang ruas jalan Ibukota. Pak Ahok pastilah juga melihat dan merasakan pula apa yang saya rasakan.

Sungguh menyesakkan hati bila melihat kendaraan roda dua yang dengan bebas melanggar lampu lalu lintas tanda berhenti, atau kalaupun berhenti, mereka secara serentak mengokupasi bidang jalan jauh di luar marka jalan batas untuk berhenti. Tentu saja jadi menyulitkan kendaraan-kendaraan lain yang sedang mendapat giliran jalan. Belum lagi anak-anak remaja yang jelas terlihat masih di bawah umur, namun sudah mengendarai kendaraan bermotor khususnya roda dua, tanpa mengenakan pelindung kepala (helm) pula!

Saya sungguh tidak paham lagi pada peran dari jajaran Polantas (polisi lalu lintas) dalam menanggapi berbagai pelanggaran yang terang benderang terjadi di depan mata setiap harinya. Teringat pada masa saya masih duduk di Sekolah Dasar (SD), kami, anak-anak SD diberi subyek khusus pengajaran Pendidikan Lalu Lintas disingkat PLL, di mana kami diajarkan tata tertib berlalu lintas secara sistematis dan terperinci. PLL ini menjadi mata pelajaran yang masuk dalam kurikulum sekolah. Saya percaya, melalui PLL kami telah menjadi suatu generasi yang punya kepedulian yang cukup bagus terhadap aturan berlalu lintas. Entah kapan PLL ini raib dari dari daftar mata pelajaran di sekolah-sekolah, karena mungkin dianggap tidak penting lagi dibandingkan dengan subyek-subyek lain seperti Bahasa Inggris, Matematika, Sains, dan lain-lain.

Masih mengenai berlalulintas, Pak Ahok. Tingkah polah sebagian besar, kalau boleh saya katakan demikian, sebagian besar dari pengemudi kendaraan umum yang selonong boy, dalam 20 tahun terakhir tidak ada kemajuan! Menaikturunkan penumpang di sembarang tempat, ngetem di manapun mereka mau, berputar arah semaunya, dan semua kelakuan yang menyebabkan kelancaran arus lalu lintas amat sangat terganggu. Sebegitu liarnya, Pak! Apakah berbagai polah tersebut akan dikekalkan sebagai bagian budaya berlalu lintas dan diunggulkan sebagai ciri khas di negeri ini, di Ibukota kita khususnya?

Harapan perubahan juga saya mohonkan pada Pak Ahok di bidang kebersihan dan keidahan kota. Yang ini saya tidak katakan tidak ada perubahan, karena sangat jelas apa yang sudah diupayakan oleh Pak Ahok sebagai Wakil Gubernur bersama Pak Jokowi sebagai Gubernur dalam memerangi sampah Ibukota, walaupun belumlah menyeluruh hingga ke segenap pelosok kota. Pastilah tidak mudah, mengingat sikap sebagian besar masyarakat dari segenap lapisan yang masih lebih mementingkan kebersihan di dalam rumah mereka daripada kebersihan di luar rumah.

bus transjakarta buatan china

Bus Transjakarta – Ist

Lagi-lagi saya teringat pada pengajaran di kelas yang diberikan semasa saya SD, bahkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana saya dan teman-teman sekelas harus mengikuti mata pelajaran Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Salah satu sub pelajaran adalah mengenai Membuang Sampah. Dengan sangat jelas kami diajarkan cara membuang sampah yang benar, ditambah pula tidak meludah di sembarang tempat. Pak Ahok, saya rasa perlu sekali subyek PKK tersebut dihidupkan kembali di semua sekolah, supaya nantinya bangkit suatu generasi yang punya kepedulian tinggi dan sangat mencintai kebersihan, yang dengan penuh kebanggaan menjadikan kebersihan dan keindahan kota sebagai bagian dari budaya bangsa.

Dan, mengakhiri surat saya, kalau boleh Pak Ahok tidak perlu tunggu hingga status Plt Gubernur yang Bapak sandang diubah menjadi Gubernur, untuk dapat segera melanjutkan perubahan besar demi kesejahteraan, keamanan, ketertiban, kebersihan, dan juga keindahan Jakarta.

Salam dari seorang warga DKI Jakarta yang mendambakan kenyamanan kotanya (so pasti bukan cuma saya, Pak!)

Comment di sini