Cara Mempertahankan Hubungan

by
July 17th, 2014 at 3:58 pm

CiriCara.com – Ada pepatah umum yang mengatakan memperoleh lebih mudah daripada mempertahankan. Setiap hubungan akan selalu menemui suatu titik jenuh, perselisihan, dan hal lain yang menimbulkan perpecahan. Pada kasus seperti ini perlu adanya stimulasi untuk mengingat kembali kenapa Anda berdua memutuskan menjalin sebuah hubungan.

Diskusi tentang hubungan intim / Ist

Diskusi tentang hubungan intim / Ist

1. Hal baru

Suatu hubungan seringnya akan menabrak satu dinding apabila bergerak monoton, sehingga berubah menjadi hal yang banyak dibenci manusia, rutinitas. Bosan sudah menjadi sifat umum manusia, selalu lebih tertarik dengan hal baru. Inti dari poin ini adalah hindari melakukan kegiatan berulang-ulang.

Melakukan Candle light dinner pada malam minggu bersama pasangan umumnya romantis. Tetapi apabila hal tersebut bersifat rutinitas, dilakukan setiap weekend selama setahun, tentu akan menjadi hal yang biasa dan kehilangan arti. Candle light dinner berakhir dengan masing-masing sibuk main gadget.

Manusia menemui rutinitas di hari kerja, tentu mereka tidak ingin kembali menemui rutinitas di akhir pekan saat bersama pasangan. Selalu ubah kegiatan kencan Anda dengan pasangan, apabila mungkin berikan elemen surprise. Seperti contoh apabila Anda sudah sering nonton bioskop saat weekend, Anda bisa mencoba nonton teater. Meskipun sebenarnya Anda berdua tidak menyukainya, setidaknya bisa bersama-sama tertawa dan membicarakan cacian terhadap pertunjukan teater yang sedang Anda saksikan.

2. Double Dating

Meskipun seringnya situasi ini mengarah pada pengalaman “mengerikan,” dimana Anda ingin muntah melihat tingkah pasangan lain dalam double date tersebut. Setidaknya Anda bisa menertawakannya bersama pasangan saat perjalanan pulang, dan bersyukur hubungan Anda tidak seperti mereka.

3. How’s your day?

Berbagi cerita tentang hal yang telah mereka lalui hari itu mungkin hal yang sederhana, tidak perlu disuruh setiap pasangan akan melakukan hal ini setiap hari. Meskipun terlihat remeh namun hal ini sangat penting dalam suatu hubungan, dimana Anda bisa mengetahui bagaimana alur cerita kehidupan mereka, bagaimana sudut pandang mereka melihat sesuatu, dan hal-hal lain yang sifatnya pribadi

Inilah salah satu tujuan dari suatu hubungan, untuk mengetahui pasangan lebih dekat daripada orang lain yang ada di kehidupannya.

4. Tidak terlalu defensif

Menghadapi perselisihan atau hal tidak menyenangkan lainnya dalam suatu hubungan seringnya membuat kita ingin mundur dan menjaga jarak—secara alami manusia selalu ingin melindungi diri dari hal-hal yang menggangu atau membahayakan emosi. Ini adalah kebiasaan buruk dalam suatu hubungan yang hanya akan mendorong pasangan untuk menjauh, sementara esensi dalam berhubungan adalah semakin mendekat.

Mengetahui dan menyadari sifat defensif alami pada manusia bisa sangat membantu dalam suatu hubungan. Buka pikiran bahwa perselisihan adalah hal yang lumrah dalam suatu hubungan.

5. Coba lihat isu dari kacamata pasangan

Banyak kasus dimana satu pihak melihat suatu isu yang menjadi objek perselisihan tidak terlalu penting, sementara pihak lain melihat sebaliknya. Isu seperti ini yang seringnya menjadi bom waktu dalam suatu hubungan. Efek ledaknya tersimpan sangat lama, bisa berlipat ganda, dan fatal. Hati-hati dalam meremehkan suatu isu.

6. Open and honest conversations

Berhubungan dengan dua poin sebelumnya, pasangan umumnya lupa akan pentingnya melakukan suatu sesi pembicaraan secara terbuka. Pembicaraan jujur dan terbuka akan umum dilakukan saat umur hubungan masih sangat muda dan masih “panas.” Namun, seiring dengan waktu kebiasaan ini akan terkikis. Karena sifat defensif yang menghindari perselisihan dan tidak ingin mengganggu atau membahayakan emosi, suatu isu “bom waktu” bisa tersimpan cukup lama dan tidak pernah dibicarakan.

7. Me time

Kekurangan yang umumnya terjadi pada suatu hubungan adalah menjadi terlalu mencekik, pihak pria atau wanita kehilangan “me time” dimana mereka bisa melakukan kegiatan yang mereka sukai. Setiap orang membutuhkan “me time,” dimana mereka bisa melakukan kegiatan yang mereka sukai, baik sendiri atau dengan teman-teman mereka.

Pahami hal ini dan biarkan pasangan Anda memilikinya, jangan dibatasi. Hanya pastikan kegiatan “ekstrakurikuler” tersebut tidak melibatkan berkencan dengan orang lain.

Comment di sini