Menarik Diri dari Pilpres, Prabowo Terancam Penjara 6 Tahun?

by
July 22nd, 2014 at 5:00 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil rekapitulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Prabowo juga menarik diri dari pelaksanaan Pilpres 2014.

Prabowo Subianto diwawancara

Prabowo Subianto – Ist

Jika keputusan Prabowo menarik diri dari Pilpres itu diartikan sebagai sikap mengundurkan diri, maka Prabowo akan terancam hukuman penjara hingga 6 tahun. Pasalnya, dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2008 tentang Pipres dijelaskan bahwa capres/cawapres dilarang mengundurkan diri.

Setiap Calon Presiden atau Wakil Presiden yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah pemungutan suara putaran pertama sampai dengan pelaksanaan pemungutan suara putaran kedua, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit Rp 50 miliar dan paling banyak Rp 100 miliar,” demikian kutipan dari UU tentang Pilpres.

Hal itu pun dibenarkan oleh Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun. Menurutnya, UU tersebut memang sengaja dibuat untuk mengantisipasi para capres atau cawapres tiba-tiba mengundurkan diri dari Pemilihan Presiden Republik Indonesia.

“Iya, Undang-Undang itu dibuat untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini,” ujar Refly, seperti dikutip dari Liputan6.com, Selasa (22/7/2014).

Namun, menurut Refly, keputusan Prabowo menarik diri dari Pilpres KPU itu tidak akan merubah hasil rekapitulasi suara yang saat ini masih berlanjut. Refly juga mengatakan bahwa pengumuman pemenang Pilpres 2014 akan tetap berlangsung sesuai jadwal.

“Proses pemungutan suara sudah selesai. Jadi hasil Pemilu tetap dilanjutkan,” jelas Refly.

Refly pun menyarankan kubu Prabowo-Hatta sebaiknya mengadukan perkara ke Mahkamah Konstitusi (MK), bukan malah menolak hasil pelaksanaan Pilpres KPU. Menurutnya, kubu Prabowo-Hatta mempunyai waktu 24 jam setelah pengumuman KPU untuk melakukan gugatan.

“Mereka bisa mengajukan gugatan 24 jam (ke MK) setelah pengumuman KPU,” kata Refly.

Sebelumnya, pihak Prabowo-Hatta sudah membeberkan 5 poin alasan mereka menarik diri dari pelaksanaan Pilpres 2014. Dalam salah satu poinnya, kubu Prabowo menuding KPU telah bertindak tidak demokratis dan tidak adil.

(YG)

Comment di sini