Diduga Pungli, Ahok Pecat Pegawai di Kantor Balai Uji KIR

by
July 24th, 2014 at 8:54 am

Jakarta (CiriCara.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di balai uji KIR di Kedaung Angke, Jakarta Barat, Rabu (23/7/2014) kemarin. Dalam sidak tersebut Ahok berhasil menemukan segepok uang yang diduga hasil pungutan liar (Pungli).

ahok

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Isty

Ahok memergoki salah satu petugas yang memakai seragam Dishub. Di depannya tertumpuk segepok uang senilai Rp 8 juta dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Tidak hanya itu, petugas tersebut juga kedapatan menyimpan setumpuk uang di kantong jaket hitamnya.

Curiga dengan uang tersebut, Ahok pun menginterogasi petugas tersebut. “Dapat berapa kamu dalam sehari?” tanya Ahok yang melakukan sidak bersama dengan dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti dikutip dari detik.com.

“Bisa dapat Rp 27 juta pak,” jawab petugas yang diketahui bernama Agung itu kepada Ahok.

Ahok kemudian mencecar petugas tersebut dengan menanyakan sumber uang tersebut. Ahok pun menjadi geram lantaran petugas bernama Agung itu tidak mau menjelaskan sumber uang tersebut. Dengan nada marah, Ahok langsung memerintahkan agar petugas tersebut dipecat.

“Semua PNS yang terlibat pasti tau ada bagi-bagi duit. Semua harus dipecat saja, supaya kapok,” kata Ahok. Meskipun demikian, petugas yang terancam dipecat itu nampak tidak menyesal dan malah senyum-senyum.

Belakangan diketahui bahwa petugas tersebut bukan pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) melainkan karyawan dari perusahaan swasta yang sebelumnya jadi operator di balai uji KIR tersebut. Ia mengaku adalah calo alias penyedia biro jasa.

“Pakai baju Dishub biar rapi saja,” ucap Agung.

petugas pungli

Petugas bermana Agung kedapatan menyimpan segepok uang di kantong jaketnya – detik.com

Mengetahui hal tersebut, Ahok pun mengungkap modus korupsi PNS melalui pegawai honorer semacam itu memang masih banyak terjadi. Menurutnya, para PNS sengaja memanfaatkan pegawai honorer agar mereka tetap “bersih”.

“Selalunya permainannya begini, pasti bilang yang honorer yang main. Kalau honorer kan dipecat dia bisa cari kerja lain,” jelas Ahok.

Ahok pun meminta agar kasus tersebut segera diusut. Petugas honorer itu harus diinterogasi dan dimintai data siapa saja yang terlibat. “Kalau dia nggak kasih data, kontraknya diputus dan dia kita polisikan,” tegas Ahok.

(YG)

Comment di sini