Baha’i Ditetapkan Sebagai Agama Baru di Indonesia?

by
July 25th, 2014 at 10:51 am

Jakarta (CiriCara.com) – Baru-baru ini pengguna media sosial khususnya Twitter mendadak heboh dengan munculnya topik pembicaraan agama baru bernama Baha’i. Agama tersebut pun kabarnya telah ditetapkan sebagai agama baru di Indonesia, selain Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

sby dan menag

Presiden SBY tunjuk Lukman untuk jadi Menteri Agama – Ist

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin pun memberikan tanggapannya terkait agama baru Baha’i. Melalui akun Twitter, @lukmansaifuddin, ia menuliskan 9 serial kultwit yang menjelaskan keberadaan agama Baha’i di Indonesia.

Berdasarkan salah satu kultwit Lukman, warga beragama Baha’i disebutkan berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah Indonesia. Namun, Menag menegaskan bahwa Baha’i belum dinyatakan sebagai agama baru di Indonesia.

Saat ini Pemerintah Indonesia masih melakukan pengkajian terhadap agama Baha’i. Belum diketahui apakah Baha’i akan masuk dalam agama yang diakui secara resmi oleh Negara Republik Indonesia atau tidak. Saat ini baru ada 6 agama yang diakui pemerintah.

Berikut kutipan kultwit akun @lukmansaifuddin soal agama Baha’i:

“1. Awalnya Mendagri bersurat, apakah Baha’i memang benar merupakan salah satu agama yang dipeluk penduduk Indonesia?”

2. Pertanyaan ke Menag itu muncul terkait keperluan Kemendagri memiliki dasar dalam memberi pelayanan administrasi kependudukan.

3. Selaku Menag saya menjawab, Baha’i merupakan agama dari sekian banyak orang yang berkembang di lebih dari 20 negara.

4. Baha’i adalah suatu agama, bukan aliran dari suatu agama. Pemeluknya tersebar di Bayuwangi (220 orang), Jakarta (100 orang).

5. Medan (100 orang), Surabaya (98 orang), Palopo (80 orang), Bandung (50 orang), Malang (30 orang), dll.

6. Saya menyatakan bahwa Baha’i adalah termasuk agama yang dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945.

7. Berdasar UU 1/PNPS/1965 dinyatakan agama Baha’i merupakan agama di luar Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

8. Yang mendapat jaminan dari negara dan dibiarkan adanya sepanjang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.

9. Saya berpendapat umat Baha’i sebagai warga negara Indonesia berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah.”

(YG)

Comment di sini