Ciri-ciri Penderita Virus Ebola

by
August 13th, 2014 at 11:09 am

CiriCara.com – Wabah penyakit ebola yang disebabkan oleh virus memang tengah menjadi perhatian dunia, tak terkecuali Indonesia. Pengamanan di sejumlah bandara internasional di Indonesia pun sudah mulai ditingkatkan demi mencegahnya virus ebola masuk ke Tanah Air.

virus ebola

Petugas kesehatan membawa jenazah penderita ebola – Ist

Virus ebola diketahui banyak menyebar di Afrika. Namun, saat ini penyebaran virus ebola juga sudah terjadi di kawasan Timur Tengah. Karenanya jamaah haji dan umrah asal Indonesia pun diminta untuk waspada dengan penyebaran virus tersebut.

“Memperketat pemeriksaan kesehatan di unit-unit pelayanan kesehatan para calon jamaah haji dan umroh,” kata Kasi Pengamanan Imunisasi dan Pengamatan Penyakit Dinkes Provinsi Banten Tito Dana Adhitya, seperti dikutip dari Sindonews, Rabu (13/8/2014).

Seperti dilansir Dailymail, gejala awal virus ebola itu sendiri mirip dengan gejala penyakit influenza sehingga sulit didiagnosis. Karenanya, masyarakat diminta untuk lebih waspada apalagi virus ini hanya butuh waktu beberapa hari untuk masuk ke stadium selanjutnya.

Berikut ciri-ciri atau gejala penderita virus ebola:

- Demam tinggi, otot nyeri, sakit tenggorokan, lemah, muntah, dan diare.
- Mata penderita memerah dan kulit berbintik-bintik.
- Kerusakan ginjal dan hati.
- Jika sudah parah, bisa terjadi pendarahan di mata, telinga, dan juga mulut.

Virus ebola bisa menular melalui kontak dengan darah, cairan, ataupun cairan hewan yang sudah tertular. Jika manusia terinfeksi, penyakit ini akan dengan mudah menular ke manusia lainnya. Itu artinya, petugas kesehatan dan keluarga penderita menjadi kelompok yang paling rentan tertular virus ebola.

Karena penyebarannya yang sangat cepat, masyarakat pun diminta waspada. Terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Sebaiknya hindari negara-negara yang diketahui tengah dilanda wabah virus ebola.

Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat untuk penyakit ebola. Tenaga medis hanya bisa memberikan terapi penunjang, seperti infus, untuk menyeimbangkan cairan dan elektrolit tubuh, mempertahankan tekanan darah dan kadar oksigen tubuh, serta mengobati penyakit yang muncul.

(YG)

Comment di sini