Politisi Golkar: Agar Tidak Ada Perpecahan, Batalkan Pemilu!

by
August 19th, 2014 at 9:00 am

Jakarta (CiriCara.com) – Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) masih belum mendapatkan hasil. Hingga saat ini belum ada keputusan dari MK apakah gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akan dikabulkan atau ditolak.

ali mochtar ngabalin golkar

Ali Mochtar Ngabalin – Ist/Antara

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin meminta pihak MK untuk mengabulkan gugatan kubu Prabowo-Hatta. Pasalnya, telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Hal ini lantaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah berlaku tidak adil saat Pilpres 2014.

Ganti-ganti semua ini, komisioner KPU bahwa Pemilu harus ulang. Makanya saya bawa saksi dari kampung,” kata Ali dalam acara diskusi “Potensi Perpecahan Anak Negeri Pada Pilpres 2014 dan Solusinya” di Hotel Le Meridien, Jakarta, seperti dikutip dari Merdeka.com, Senin (18/8/2014) kemarin.

Lebih lanjut, Ali juga meminta kepada lembaga pimpinan MK Hamdan Zoelva untuk membatalkan Pemilu Presiden 2014, 9 Juli lalu. Menurutnya, hal ini bertujuan agar tidak terjadi perpecahan di masyarakat Indonesia.

“Supaya tidak ada perpecahan di dalam negeri, harus batalkan itu Pemilu. Kalau tidak kurangi 21 juta suara, biarkan tahu siapa yang menang Pemilu. Prabowo Subianto!” teriak Ali yang juga merupakan Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

Dalam keterangannya, Ali pun membantah kabar adanya salah satu partai di Koalisi Merah Putih Prabowo-Hatta yang pindah ke koalisi Jokowi-JK. Menurutnya, partai koalisi pendukung Prabowo-Hatta tetap solid dan tidak akan pindah ke kubu lawan, Jokowi-JK.

“Insya Allah koalisi permanen, solid. Sama amat kuat,” jelasnya.

Seperti diketahui, sidang PHPU di MK masih terus berlanjut dengan agenda mendengarkan saksi-saksi dan bukti. Namun, hingga saat ini pihak MK belum juga memberikan keputusan terkait gugatan hasil Pemilu Presiden 2014 tersebut.

(YG)

Comment di sini