Waspadai 4 Kehamilan Palsu Ini!

by
August 20th, 2014 at 3:22 pm

CiriCara.com – Memiliki anak-anak yang sehat dan cerdas tentu merupakan impian setiap pasangan yang telah menikah. Terkadang, berbagai upaya pun dilakukan guna mempercepat proses kehamilan yang tentunya sangat berkaitan dengan kesehatan terutama kesehatan reproduksi dari pasangan itu sendiri.

Skema Perjalanan Sel Telur yang Telah Dibuahi – Ist

Nah, bagi pasangan yang telah cukup lama menikah dan mendambakan buah hati, tentunya sudah pernah atau bahkan sering menggunakan alat tes kehamilan cepat atau yang lebih dikenal dengan testpack. Memang dapat dikatakan, hingga saat ini testpack merupakan salah satu alat yang memiliki akurasi cukup untuk mendeteksi kehamilan. Keunggulan lainnya adalah alat ini relatif mudah digunakan sehingga tes dapat dilakukan secara mandiri di rumah tanpa keperluan khusus untuk dibimbing oleh tenaga kesehatan. Berbahagialah pasangan yang hasil tes kehamilan cepatnya menunjukkan dua garis.

Tapi jangan senang dulu, sebaiknya memeriksakan diri kembali ke tenaga kesehatan yang terpercaya (dokter atau bidan) untuk memastikan apakah Anda benar-benar hamil atau jangan-jangan kehamilan “palsu”?

Metode testpack merupakan salah satu metode pengecekan kehamilan dengan menganalisa kadar beta hCG (human Chorionic Gonadotrophine) dalam urin. Pada kehamilan, beta hCG merupakan hormon yang dihasilkan oleh salah satu bagian dari hasil perkembangan sel telur yang telah dibuahi, yang disebut dengan sinsitiotrofoblast. Metode lain pengukuran kadar beta hCG adalah dengan analisa tingkat beta hCG dalam darah yang tentunya hasilnya lebih akurat. Pengukuran kadar beta hCG urin dengan menggunakan testpack berpotensi memberikan hasil yang tidak akurat mengenai kehamilan karena ternyata terdapat beberapa kondisi yang dapat membuat kadar beta hCG tinggi dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa kondisi tersebut.

1. Kehamilan Ektopik (Hamil di Luar Kandungan)

Kehamilan yang terjadi dimana sel telur yang telah berhasil dibuahi berimplantasi (menempel) dan tumbuh di tempat yang tidak seharusnya. Tempat berkembang seharusnya sel telur yang telah dibuahi tersebut adalah dinding rahim. Namun pada kondisi tertentu, misalnya transportasi sel telur yang telah dibuahi tidak lancar karena gangguan anatomi ataupun ada kerusakan dari hasil pembuahan itu sendiri. Saat belum terganggu, kehamilan ektopik dapat menunjukkan gejala yang serupa dengan kehamilan biasa seperti mual, muntah, dan rasa cepat lelah. Pada kondisi ini bila dilakukan tes kehamilan cepat, maka akan memberikan hasil positif karena walaupun berada di tempat yang tidak semestinya, sel yang telah terbuahi akan tetap menghasilkan hormon beta hCG.

2. Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)

Istilah hamil anggur lebih sering digunakan oleh masyarakat karena penampakan kehamilan ini lewat pencitraan USG menghasilkan gambaran serupa buah anggur. Pada dasarnya, “anggur” yang terbentuk merupakan neoplasma jinak dari hasil pembuahan yang mengalami kegagalan dalam perkembangannya sehingga mengakibatkan beberapa bagian terluarnyanya (juga disebut sebagai vili) menggelembung menyerupai buah anggur. Gejala khas dari hamil anggur ini adalah ukuran pembesaran perut yang sangat cepat dan melebihi masa kehamilan. Tanpa gejala spesifik yang lain, hamil anggur menunjukkan hasil uji testpack positif. Bahkan bila diuji kadar hormon beta hCG darahnya, maka akan menunjukkan peningkatan yang abnormal.

trauma karena keguguran

Keguguran – Ist

3. Misscarriage (keguguran)

Penyebab hasil palsu tes kehamilan lainnya adalah keguguran. Pada kondisi ini sebenarnya kehamilan memang telah terjadi, namun karena sebab tertentu, terjadi peluruhan (keguguran). Kejadian keguguran ada yang disadari bila perkembangan calon janin telah cukup besar, namun ada juga yang tidak disadari (seringkali seperti menstruasi biasa) karena tidak disertai dengan gejala yang lebih spesifik. Hingga beberapa waktu setelah keguguran, kadar beta hCG masih ditemukan tinggi dalam tubuh sehingga dapat merancukan hasil tes.

4. Hasil False Positif

Testpack yang beredar di pasaran memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang beragam. Nilai yang menentukan kejadian false positif (positif palsu) adalah spesifisitas alat. Spesifisitas alat tes kehamilan yang beredar di pasaran adalah berkisar antara 94-99%. Karenanya tetap ada kemungkinan bahwa hasil tes yang dilakukan tidak akurat.

Kondisi-kondisi di atas merupakan kondisi yang paling sering ditemui di masyarakat yang merancukan kondisi kehamilan. Karenanya, lebih waspadalah dalam melakukan tes kehamilan dan tetap konfirmasi kembali ke fasilitas kesehatan yang terpercaya.

Salam.

Comment di sini