Massa Prabowo Paksa Terobos Kawat Berduri

by
August 21st, 2014 at 1:31 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Ribuan massa pendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa terlihat mulai memenuhi Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka mencoba merangsek masuk ke Gadung Mahkamah Konstitusi (MK) dengan menerobos kawat berduri.

pendukung prabowo

Massa pendukung Prabowo vs Polisi – Herianto/detikcom

Massa yang berasal dari FKPPI, Pemuda Panca Marga, dan Laskar Merah Putih itu mendesak pihak kepolisian untuk membuka kawat berduri yang berada di tengah jalan. Kawat tersebut memang sengaja dipasang agar massa pendukung Prabowo tidak masuk ke MK.

Ayo buka-buka!” teriak sejumlah massa pendukung Prabowo, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (21/8/2014) siang ini.

Mereka awalnya menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI). Mereka terlihat datang dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan juga tiga truk besar. Terdengar juga teriakan-teriakan dengan kata perang.

“Ayo perang-perang!” teriak massa Prabowo.

Polisi yang berada di sekitar lokasi langsung berjaga mendekati kawat berduri yang coba diterobos massa Prabowo itu. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo pun langsung turun tangan menemui massa untuk menenangkan mereka.

Terlihat 5 anjing polisi, Water Cannon, dan Barracuda pun ikut disiagakan pihak polisi untuk menghadang massa yang mulai ricuh tersebut. Karena sudah diperintahkan bahwa area di sekitar Gedung MK memang harus steril dari massa pendukung capres-cawapres.

Untuk mencegah kemacetan parah, pihak kepolisian sudah melakukan pengalihan arus lalu lintas ke sejumlah jalur alternatif. Pengamanan di sekitar Gedung MK memang sudah ditingkatkan menjelang pengumuman hasil sidang gugatan Pilpres 2014.

Seperti diberitakan sebelumnya, MK rencananya akan mengumumkan hasil sidang gugatan Pilpres 2014, pada Kamis (21/8/2014) siang ini. Namun, hingga saat ini masih belum ada pengumuman yang keluar dari MK.

Putusan MK tersebut nantinya akan menjadi penentu siapa yang akan jadi presiden Indonesia periode 2014-2019. Atau bisa juga MK malah akan memutuskan untuk meminta KPU melakukan Pemilu ulang di sejumlah daerah yang dianggap bermasalah.

(YG)

Comment di sini