Prediksi Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2014

by
August 21st, 2014 at 9:38 am

Jakarta (CiriCara.com) – Mahkamah Konstitusi (MK) rencananya akan membacakan putusan akhir terkait gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pada Kamis (21/8/2014), siang nanti. Apakah MK akan mengabulkan gugatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa?

MK

Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) – Ist

Tidak hanya kubu Prabowo-Hatta dan kubu Jokowi-JK, masyarakat pun juga ikut menantikan hasil putusan MK tersebut. Apalagi putusan ini yang nantinya akan menentukan siapa yang akan menjadi presiden Indonesia yang baru.

Seiring dengan ramainya pemberitaan jelang putusan MK, sejumlah pengamat politik pun mulai memberikan prediksinya terkait putusan MK nanti. Salah satunya, pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo.

Menurut Karyono, peluang Prabowo-Hatta untuk memenangkan gugatan masih kecil. Karyono menilai, bukti-bukti yang diberikan kubu Prabowo-Hatta masih kurang kuat untuk menggugat hasil Pilpres 2014. Saksi yang dihadirkan pun masih kurang meyakinkan.

“Materi gugatan Prabowo-Hatta masih lemah. Apalagi, hal itu juga sudah diklarifikasi oleh pihak termohon,” kata Karyono.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan ada 3 kemungkinan yang bisa diputus MK. Pangi yakin MK akan memilih salah satu dari 3 kemungkinan tersebut.

Pertama, MK menerima gugatan Prabowo-Hatta. Namun, putusan ini berisiko tinggi terhadap kestabilan politik, terutama jika pendukung Jokowi tidak terima dengan putusan MK tersebut.

Kedua, MK menolak gugatan Prabowo-Hatta dan memenangkan Jokowi-JK. Namun, putusan ini pun berisiko membuat suasana politik jadi memanas jika kubu Prabowo-Hatta tidak terima.

prabowo subianto joko widodo

Prabowo dan Jokowi – Okezone.com

Ketiga, MK memenuhi sebagian gugatan Prabowo-Hatta, dengan konsekuensi diadakannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa provinsi atau semua TPS di lokasi yang dianggap bermasalah.

Pangi sendiri memprediksikan bahwa MK akan memilih kemungkinan ke-3. “Saya berkeyakinan amar putusan MK tanggal 21 Agustus, mengambil opsi ketiga,” ujar Pangi.

Menurut Pangi, kemungkinan ke-3 adalah opsi yang paling masuk akal agar putusan MK nantinya tidak akan menciptakan kegaduhan atau konflik di kalangan pendukung Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK.

“Ketika MK tidak mengambil jalan tengah tentu akan membuat suasana gaduh, mengancam kesatuan bangsa yang berujung konflik horizontal,” kata Pangi.

Prediksi mana yang tepat? Kita tunggu saja pengumuman putusan MK siang nanti.

(YG)

Comment di sini