Hati-hati Hiperemesis pada Ibu Hamil!

by
August 22nd, 2014 at 3:13 pm

CiriCara.com – Rasa mual dan muntah merupakan salah satu gejala yang sering terjadi pada kehamilan, terutama kehamilan usia muda. Morning sickness, demikian istilah yang sering digunakan di masyarakat karena gejala ini memang sering terjadi pada pagi hari. Rasa mual hingga muntah pada ibu hamil adalah normal. Hal tersebut terkait dengan perubahan fisiologis pada tubuh ibu yang terjadi akibat proses pertumbuhan janin dalam kandungan. Namun perlu diingat bahwa masa kehamilan adalah masa yang sangat krusial, dimana perubahan apapun dapat berpotensi mengancam keselamatan  ibu hamil maupun janin. Walaupun tergolong gejala fisiologis, mual dan muntah dapat berkembang menjadi gejala yang berbahaya, terutama saat gejala tersebut terjadi dengan kuantitas yang meningkat.

Morning Sickness

Hiperemesis pada awal kehamilan diperkirakan terjadi akibat peningkatan kadar hormon esterogen sejak mulai terjadi kehamilan. Namun para ahli menegaskan bahwa hiperemesis merupakan hasil dari proses kompleks yang melibatkan bukan hanya perubahan hormonal, melainkan juga perubahan neurologis, psikologis, dan metabolik. Selain itu, faktor predisposisi seperti paritas (jumlah anak), riwayat kehamilan terganggu, dan riwayat keguguran dapat meningkatkan kejadian hiperemesis. Bagaimanapun hiperemesis tentu bukan hal yang diharapkan, terutama karena dampak fatal yang mungkin terjadi.

Walaupun morning sickness merupakan gejala normal yang akan mereda setelah melewati trimester pertama, namun bila telah sampai pada tahap hiperemesis dapat mengakibatkan ancaman karena dehidrasi (akibat muntah berlebihan), malnutrisi (karena kurang asupan makanan), serta gangguan psikologis yang memberat, yang tentunya akan mengganggu pertumbuhan janin. Karenanya, faktor nutrisi menjadi salah satu fokus penatalaksanaan hiperemesis.

Nutrisi bagi ibu hamil adalah aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat perbedaan yang sangat besar dalam hal kebutuhan nutrisi antara wanita hamil dengan yang tidak hamil. Dari berbagai macam faktor yang dipercaya berkaitan dengan hiperemesis, faktor nutrisi ibu hamil merupakan salah satu faktor yang dapat dimodifikasi dalam upaya pencegahan hiperemesis. Sehubungan dengan upaya mencegah hiperemesis dari segi nutrisi, selain kandungan makanan (jenis nutrisi dan jumlahnya), pola makan secara umum juga perlu disesuaikan. Beberapa hal penting yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi hiperemesis adalah:

  1. Mengatur jumlah dan jadwal makan. Makanlah dengan porsi yang lebih sedikit namun sering. Penambahan frekwensi makan dapat mencegah kondisi lambung kosong. Kondisi lambung kosong dengan peningkatan asam lambung dapat memicu rasa mual
  2. Konsumsi makanan yang kaya karbohidrat dan protein. Karbohidrat berfungsi untuk menyediakan energi siap pakai, sedangkan protein adalah bentuk cadangan energi agar ibu hamil tidak merasa lemas.
  3. Hindari makanan berlemak tinggi. Lemak tetap dibutuhkan oleh ibu hamil untuk kelengkapan nutrisi. Namun kadar lemak dalam makanan yang berlebihan dapat memicu timbulnya rasa mual.
  4. Pilihlah makanan selingan yang dapat mengurangi rasa mual. Beberapa jenis pilihan makanan adalah buah-buahan segar (pisang sangat disarankan), serta kue kering rendah lemak.
  5. Perbanyak konsumsi air putih. Dalam keadaan hamil, jumlah air yang disarankan adalah 10-12 gelas. Hal ini mencegah ibu hamil mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.
  6. Lengkapi dengan suplemen vitamin B.

Hiperemesis merupakan kondisi yang tidak terhindarkan, namun dapat dikontrol. Bila sangat mengganggu, penderita hiperemesis disarankan untuk menjalani terapi medis. Hal ini bertujuan agar kondisi si penderita tidak menjadi semakin parah karena hiperemesis ini.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat untuk para ibu hamil agar tetap sehat dan lancar saat melahirkan!

Comment di sini