Suplemen Kehamilan, Perlukah?

by
August 26th, 2014 at 8:38 am

CiriCara.com“Dok, saya sedang hamil, vitamin apa yang perlu saya minum?”. “Dokter, apa suplemen herbal ini aman untuk kehamilan saya?”. “Obat tambahan apa yang sebaiknya saya konsumsi agar perkembangan janin saya baik, ya, Dok?”

obat ibu hamil

Ibu hamil konsumsi suplemen – Ist

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sangat sering ditanyakan oleh para calon ibu. Tujuannya jelas, ibu hamil ingin memastikan kehamilannya berjalan dengan baik tanpa ada kendala kesehatan yang dapat membahayakan baik dari pihak ibu maupun bagi janin yang tengah dikandung. Sayangnya, beredarnya berbagai macam suplemen yang mejanjikan berbagai keunggulan mulai dari menyehatkan ibu dan bayi, menguatkan daya tahan tubuh, hingga membuat bayi pintar, justru dengan mudah dipercaya oleh para calon orang tua. Bukannya merealisasikan janji-janji keunggulan di awal, tak jarang produk suplemen kehamilan malah memberikan dampak negatif bagi kehamilan itu sendiri.

Tidak didapatkannya manfaat dari suplemen kehamilan yang dikonsumsi pada umumnya diakibatkan karena kandungan yang terkandung dalam suplemen yang tidak diketahui secara pasti, sebagian besar dari suplemen yang dimaksud tidak terdaftar secara resmi di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) atau memang ada dalam bentuk jamu yang dijual bebas. Selain itu, suplemen kehamilan juga sering tidak menunjukkan hasil yang memuaskan apabila diminum dalam dosis yang tidak sesuai atau pada masa kehamilan yang tidak tepat. Untuk menghindari hal-hal tersebut, sebaiknya para calon ibu mengenali tahap-tahap kehamilan serta suplemen dasar yang diperlukan.

Pada dasarnya kehamilan berdasarkan masanya dibedakan menjadi tiga; kehamilan trimester pertama (1-12 minggu), trimester kedua (15-24 minggu), dan trimester ketiga (25 minggu-kelahiran). Penting untuk diketahui bahwa kehamilan trimester pertama adalah masa kritis kehamilan. Pada trimester pertama terjadi organogenesis, proses terbentuknya organ-organ tubuh janin, sehingga suplemen yang diberikan seharusnya mendukung dan berkaitan dengan proses tersebut. Sedangkan pada umur kehamilan selanjutnya suplemen diperlukan untuk mengoptimalkan kondisi ibu sebagai inang dari janin yang terus berkembang dalam kandungan.

Pada kehamilan normal (tanpa komplikasi dan kondisi penyulit lain), dari aspek kedokteran tidak merekomendasikan suplemen khusus. Berdasarkan peraturan mandatorik dari Departemen Kesehatan Indonesia, terdapat dua suplemen basal yang penting selama kehamilan, yaitu asam folat dan zat besi.

Asam Folat

Asam folat atau vitamin B1 telah dibuktikan penting dalam proses organogenesis. Asam folat berperan dalam proses kimiawi dalam tubuh dengan fungsi mempertahankan neural tube. Neural tube merupakan cikal bakal dari organ-organ vital tubuh yang akan terbentuk kemudian. Secara sederhana, pemberian suplemen asam folat bertujuan untuk mencegah terjadinya kelainan atau kecacatan dalam pembentukan organ tubuh. Suplemen asam folat hanya diberikan dalam trimester pertama karena pada trimester selanjutnya organogenesis telah rampung sehingga efeknya tidak diperlukan lagi.

 Zat Besi

Tablet besi Untuk Ibu Hamil

Kita ketahui bersama bahwa pada masa kehamilan, tubuh ibu memiliki tanggung jawab terhadap kelangsungan dua kehidupan yaitu ibu sendiri dan anak. Karenanya, kebutuhan seorang ibu hamil dapat meningkat hingga dua kali lipat, termasuk juga beban kerja tubuh. Peredaran darah ibu juga harus bekerja dua kali lipat mengedarkan nutrisi dan oksigen untuk ibu dan bayi. Seiring dengan perkembangan janin, kebutuhan tersebut juga terus meningkat sehingga ibu hamil sangat rentan mengalami anemia. Karenanya suplemen besi penting diberikan sepanjang masa kehamilan (mulai dari trimester pertama hingga kelahiran). Suplemen besi yang beredar di Indonesia ada dalam bentuk sulfa ferossus yang mengandung 20% besi. Dosis konsumsi tablet besi adalah satu kali setiap hari.

Kehamilan adalah proses yang sensitif sehingga konsumsi suplemen selain yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan sebaiknya dihindari. Bila Anda adalah calon ibu dengan kondisi kesehatan khusus (terutama yang berkaitan dengan masalah nutrisi), sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan sendiri suplemen yang dikonsumsi.

Salam.

Comment di sini