Hina Yogyakarta, Florence Akhirnya Minta Maaf

by
August 29th, 2014 at 9:31 am

Yogyakarta (CiriCara.com) – Florence Sihombing, mahasiswi S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sedang heboh di media sosial karena statusnya yang menghina Yogyakarta, akhirnya meminta maaf. Florence mengaku menyesal dengan apa yang telah dia lakukan.

florence sihombing

Path Florence Sihombing – Ist

Seperti yang diberitakan Kompas.com, Florence mengirimkan surat elektronik berisi permintaan maafnya melalui Tribun Jogja. Dalam surat tersebut, Florence berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut.

Saya beserta keluarga dan teman-teman yang bersangkutan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga Yogyakarta atas kata-kata di Path saya,” demikian kutipan dari isi surat Florence, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (29/8/2014).

Tidak hanya kepada warga Yogyakarta, Florence juga meminta maaf kepada pihak UGM. Ia meminta maaf karena nama besar UGM harus terbawa-bawa karena status hinaannya tersebut. Florence mengaku tidak tahu siapa yang menyebar statusnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Florence menuliskan status menghina Yogya. Hal ini lantaran kekesalan Florence saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Baciro/Lempuyangan, Rabu (27/8/2014). Saat itu tengah ada antrian panjang sepeda motor di SPBU tersebut.

Karena ingin mengisi Pertamax 95, bukan premium, Florence pun menyerobot antrian. Dia kemudian meminta petugas SPBU untuk mengisikan BBM ke sepeda motor matic-nya. Namun, petugas SPBU menolak karena takut timbul kecemburuan di antara pengedara lain yang tengah mengantre.

Florence pun mencurahkan kekesalannya itu di media sosial Path. “Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja,” tulis Florence di media sosial Path.

“Orang Jogja B******. Kakak mau beli Pertamax 95 mentang-mentang pake motor harus antri di jalur mobil terus enggak dilayani. Malah disuruh antri di jalur motor yang stuck panjangnya gak ketulungan. Diskriminasi. Emangnya aku gak bisa bayar apa. Huh. KZL,” tulis Florence.

Akibat statusnya itu, Florence pun langsung di-bully pengguna media sosial yang merupakan warga Yogya. Mereka kebanyakan mengaku tidak terima kota kelahirannya dihina oleh Florence. Sempat muncul juga desakan untuk mengusir Florence dari Yogya.

*Belajar dari kejadian tersebut, mari kita gunakan media sosial secara bijak. Karena bisa saja status yang kita tulis itu menyinggung perasaan orang lain. 

(YG)

Comment di sini