Kalau Cuma Bisa Jual Aset Negara, Ngapain Pilih Jokowi?

by
September 2nd, 2014 at 3:07 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) terpaksa harus melakukan penghematan anggaran di awal massa jabatannya nanti. Besarnya dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) dianggap akan mengakibatkan defisit pada APBN 2015, jika tidak dihemat.

jokowi

Joko Widodo – Ist

Jokowi sendiri memang mengaku akan langsung menaikkan harga BBM setelah dirinya resmi dilantik jadi presiden pada 20 Oktober mendatang. Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla ini mengaku siap tidak populer dengan kebijakan menaikkan harga BBM tersebut.

Namun karena vitalnya peran BBM bagi kehidupan masyarakat, Jokowi pun diminta untuk mencari solusi lain. Pasalnya, rencana kenaikan harga BBM di Indonesia selalu memicu polemik tersendiri di kalangan masyarakat ekonomi rendah.

Sementara itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai partai pengusung Jokowi, melalui politisinya Maruarar Sirait mengusulkan skema penghematan dengan cara menjual pesawat kepresidenan. Seperti diketahui pesawat itu berharga Rp 847 miliar.

Ke depan saya usulkan pesawat presiden dijual saja, ini untuk efisien,” kata Sirait.

Ide penjualan pesawat kepresidenan itu kembali mengingatkan pada penjualan satelit Indosat di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada tahun 2002, Megawati yang juga merupakan Ketua Umum PDIP menjual Indosat ke Singapura akibat keringnya kas negara karena dampak krisis moneter 1998.

pesawat sby

Pesawat Kepresidenan – Ist/Merdeka.com

Atas hal tersebut, Pengamat Ekonomi Institute for Development and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyayangkan wacana penjualan pesawat kepresidenan yang muncul dari kubu Jokowi (PDIP). Itu hanya solusi instan yang hanya akan memperbaiki keuangan negara untuk sementara. Menurutnya, Jokowi harus mempunyai solusi yang lebih baik daripada itu.

“Kalau solusinya cuma menjual aset negara, ngapain kita pilih Jokowi kemarin,” ujar Enny di Jakarta, seperti dikutip dari Merdeka.com, Selasa (2/9/2014).

Enny menilai, masih ada banyak cara yang bisa dilakukan Jokowi agar APBN tidak mengalami defisit. Misalnya, memperkuat penerimaan negara dari sektor pajak, sektor tambang, dan lain sebagainya.

Namun, menurut Enny, untuk melakukan hal itu memang tidak mudah. Butuh waktu yang cukup lama agar bisa menaikkan penerimaan negara dari sektor pajak dan yang lainnya. “Membutuhkan kerja keras,” katanya.

Meskipun demikian, Jokowi sendiri sudah membantah wacana penjualan pesawat presiden itu. Jokowi mengaku heran kenapa ada usul untuk menjual pesawat kepresidenan yang baru didatangkan pada April lalu itu. “Masih baru kok mau dijual,” katanya

(YG)

Comment di sini