Tahun 2020, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Pengangguran Intelek

by
September 2nd, 2014 at 10:52 am

Jakarta (CiriCara.com) – Adanya program pendidikan formal gratis ternyata tidak selalu memberikan dampak positif. Jika tidak diimbangi dengan ketersediaan lowongan pekerjaan yang cukup, maka akan semakin banyak orang berpendidikan yang menganggur.

cari kerja

Susah cari kerja? – Ist

Pengamat Ekonomi Aviliani bahkan memprediksi bahwa pada tahun 2020, Indonesia akan kebanjiran pengangguran berpendidikan atau pengangguran intelek. Pasalnya, mereka yang mendapatkan kemudahan mengakses pendidikan formal gratis akan banyak yang lulus pada 2020, mendatang.

Ke depan kita akan banyak pengangguran intelek karena sekarang kan pendidikan gratis,” ujar Aviliani dalam diskusi Ketimpangan Pendapatan di Indonesia Harapan Publik terhadap Pemerintah Jokowi-JK di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Liputan6.com.

Kondisi tersebut dinilai akan semakin parah, karena di tahun tersebut Indonesia telah memasuki era globalisasi seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan adanya MEA ini, tenaga kerja asal Asia Tenggara semakin mudah bekerja di Indonesia.

Menurut Aviliani, era globalisasi tersebut jelas akan semakin mempersulit para intelek untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia karena banyaknya saingan dari luar negeri. “Bahkan bagi pengangguran terdidik, jumlahnya akan cukup tinggi,” ujar Aviliani.

Untuk mencegahnya, Aviliani mengusulkan agar pemerintah Indonesia melakukan sertifikasi pekerja. Dengan adanya sertifikasi tersebut, pekerja di Indonesia nantinya bisa mempunyai daya saing yang bagus sehingga bisa tembus pasar tenaga kerja di luar negeri.

“Kita harus sertifikasi seperti bagaimana tukang las itu disertifikan internasional,” katanya.

Lebih lanjut, Aviliani menjelaskan bahwa pemberian sertifikasi dan pelatihan kerja itu sebaiknya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bukan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi seperti yang terjadi saat ini. Menurutnya, pemberian sertifikasi bisa dibarengi dengan pemberian pendidikan secara formal.

“Mestinya sertifikasi di pendidikan. Sertifikat itu kan seharusnya ketika sekolah. Kalau tidak ada kebijakan berkesinambungan, pengangguran ini bisa jadi masalah jangka menengah dan panjang,” jelas Aviliani.

(YG)

Comment di sini