Gambar Seram Bungkus Rokok Diganti Stiker Gambar Cewek

by
September 4th, 2014 at 10:05 am

CiriCara.com – Pemerintah telah mengeluarkan peraturan untuk pemasangan gambar seram di semua bungkus produk rokok. Hal ini bertujuan untuk menekan angka perokok yang ada di Indonesia. Pasalnya, jumlah perokok di Indonesia terus mengalami kenaikkan.

peringatan bahaya perokok

Gambar seram di bungkus rokok – Ist

Gambar seram yang biasanya dipakai adalah gambar paru-paru yang rusak akibat merokok, gambar kanker tenggorokan, dan gambar seram lainnya. Tujuannya agar para perokok sadar bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan tubuh sendiri maupun orang yang ada di sekitarnya.

Namun kenyataannya, banyak perokok yang tidak terpengaruh oleh gambar seram tersebut. Mereka tetap saja merokok seperti biasa, walau ada beberapa yang mengaku sempat merasa jijik dengan gambar seram tersebut.

Tapi, bukan Indonesia namanya kalau tidak punya solusi untuk mengakali kebijakan gambar seram di bungkus rokok itu. Belakangan ini marak penjual stiker untuk menutupi gambar seram di bungkus rokok.

Gambar seram di bungkus rokok nampaknya menjadi ladang bisnis buat para penjual stiker. Seperti dalam foto yang diunggah pemilik akun @rutrum di Twitter, ada penjual stiker yang menjual stiker khusus untuk menutupi gambar seram bungkus rokok.

Si penjual menawarkan stiker bergambar pemandangan alam, gambar cewek, hingga gambar mantan Presiden Soeharto. Hebatnya lagi, ukuran stiker yang dijual itu sudah sesuai dengan lebar gambar seram di bungkus rokok.

“Stiker untuk rokok biar nyaman merokok @ 1 rb aja,” tulis pedagang stiker di atas sebuah kardus yang diletakkan di lapak dagangannya.

penjual stiker

Penjual stiker untuk bungkus rokok – Ist/Twitter

Nampaknya kebijakan memasang gambar seram di bungkus rokok ini tidak mampu untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia, ya?

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi sendiri mengakui bahwa bagi orang yang sudah kecanduan rokok, gambar seram tersebut tidak akan berpengaruh. Namun, menurutnya gambar tersebut bisa mencegah para perokok baru agar tidak coba-coba merokok.

“Ditujukan untuk para prokok pemula. Dampak yang sudah telanjur kecanduan, kayaknya masih belum. Masih nipu diri,” kata Nafsiah Mboi di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (4/8/2014), lalu.

(YG)

Comment di sini