Keluar dari Gerindra, Ahok Harus Mundur dari Gubernur

by
September 10th, 2014 at 3:16 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan akan keluar dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Hal ini dipicu akibat perbedaan pandangan mengenai RUU Pilkada dipilih oleh DPRD.

ahok basuki tjahaja purnama

Ahok – Ist/Tempo.co

Mendengar rencana pengunduran diri Ahok, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik menilai Ahok tidak konsisten. Menurut Taufik, jika mundur dari partai, seharusnya Ahok juga mundur dari jabatannya di Gubernur DKI Jakarta.

Meski secara hukum tidak perlu, tapi secara etika Ahok dinilai harus mundur dari gubernur. “Kalau mau konsisten, setelah mundur dari partai, mundur juga dari jabatan gubernur,” kata Taufik yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta.

Taufik menjelaskan, Ahok bisa menjadi Wakil Gubernur karena diusung oleh Partai Gerindra. Keputusan Ahok yang ingin keluar sebagai kader Partai Gerindra pun dinilainya sebagai tindakan yang tidak tahu terima kasih.

“Kan dia (Ahok) bisa jadi seperti sekarang karena partai. Jadi jangan mau enaknya aja,” ujar Taufik, seperti dikutip dari Liputan6.com, Rabu (10/9/2014).

Lebih lanjut, Taufik mengatakan bahwa Ahok seharusnya bersyukur karena bisa didukung oleh Gerindra. Pasalnya saat Ahok mencalonkan diri jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Jokowi, Partai Gerindra tidak pernah meminta imbalan kepada Ahok.

“Partai kita (Gerindra) nggak dagang. Dia (Ahok) harusnya bersyukur. Tanya aja ke Ahok, Gerindra ada minta duit enggak waktu nyalonin dia jadi Wakil Gubernur,” kata Taufik.

Seperti diketahui, Ahok mencalonkan diri di Pilkada DKI Jakarta bersama Jokowi dengan didukung Partai Gerindra dan PDI Perjuangan. Dan akhirnya, Ahok pun kini terpilih jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan bahkan akan naik jabatan jadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi yang kini terpilih jadi Presiden RI.

Namun karena berbeda pendapat soal RUU Pilkada yang baru-baru ini mencuat, Ahok pun memutuskan untuk keluar dari Gerindra. Ahok tidak setuju dengan RUU Pilkada dipilih oleh DPRD, sementara kubu Partai Gerindra malah setuju dengan RUU tersebut.

(YG)

Comment di sini