Gerindra: Ahok Suka Loncat Kanan Kiri

by
September 11th, 2014 at 3:13 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa akhirnya angkat bicara terkait keputusan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok keluar dari Gerindra. Menurut Desmond, Gerindra akan segera mengeluarkan surat pemecatan Ahok.

Desmond paartai gerindra

Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa (kiri) – Ist/Viva.co.id

Desmond mengatakan bahwa surat pengunduran diri Ahok yang dikirim ke DPP Gerindra baru akan dibahas 2 pekan lagi. Pasalnya, saat ini Partai Gerindra masih dalam suasana berkabung setelah meninggalnya Ketua Umum Suhardi.

Lebih lanjut, kata Desmond, pihak Gerindra tidak akan memperpanjang masalah Ahok yang ingin mengundurkan diri. Partai Gerindra akan langsung menerbitkan surat pemecatan Ahok dari keanggotaan partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

“Kita tidak akan panggil Ahok. Tinggal setelah kita berkabung kita kasih surat pemecatan,” jelas Desmond kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (11/9/2014).

Desmond pun menilai Ahok tidak punya etika karena memutuskan untuk keluar dari partai yang telah membesarkan namanya. Seperti diketahui, Ahok maju sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta karena dukungan dari Partai Gerindra.

Meskipun demikian, menurut Desmond, keluarnya Ahok tidak akan merugikan Partai Gerindra. Pasalnya, Ahok sejak awal Pemilu memang sudah terlihat tidak serius dalam mendukung Partai Gerindra.

“Kita tahu Ahok suka loncat kanan kiri juga. Toh kita lihat juga Ahok tidak serius dukung kita (Partai Gerindra) pas Pileg dan Pilpres dulu,” ujar Desmond.

Mengenai jabatan Ahok di DKI, Desmond mengatakan bahwa pihaknya sudah tidak ada urusan lagi. Ia malah merasa bagus Ahok keluar dari Partai Gerindra, sehingga jika di massa pemerintahannya nanti Jakarta tidak beres, Gerindra tidak lagi disalahkan.

“Kita sudah tidak ada urusan lagi dengan Ahok. Kita tidak ada merasa rugi,” kata Desmon.

Seperti dibertiakan sebelumnya, Ahok akhirnya memutuskan untuk keluar dari Partai Gerindra karena adanya perbedaan pandangan. Dimana Gerindra mendukung RUU Pilkada dipilih oleh DPRD, sementara Ahok tidak setuju.

(YG)

Comment di sini