Haji Lulung: Karier Ahok Harus Dibinasakan!

by
September 12th, 2014 at 10:11 am

Jakarta (CiriCara.com) – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP, Abraham “Lulung” Lunggana mengatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok benar-benar alami gangguan jiwa. Lulung pun mengaku akan membinasakan karier Ahok.

Ahok haji lulung

Ahok dan Haji Lulung – Ist

“Ahok itu harus dibinasakan, binasakan kariernya jadi wakil gubernur,” kata pria yang akrab disapa Haji Lulung itu di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, seperti dikutip dari Merdeka.com, Jumat (12/9/2014).

Menurut Lulung, Ahok sudah gila karena berani menyebut DPRD akan jadi sarang koruptor apabila Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) disahkan. Lulung menilai usulannya untuk memeriksakan kejiwaan Ahok adalah benar.

“Kalau dulu saya bilang harus diperiksa kesehatan jiwanya, hari ini terbukti, semua orang bilang dia gila,” kata Lulung. Seperti diketahui, Haji Lulung dan Ahok sebelumnya juga pernah berselisih karena pernyataan Ahok.

Lebih lanjut, Lulung juga menilai Ahok sudah tidak pantas lagi memimpin DKI Jakarta. Ahok dinilai tidak punya etika dan telah melanggar Undang-Undangan Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Karenanya, Lulung pun siap menjegal Ahok agar tidak jadi Gubernur.

“Makanya saya bilang, saya binasakan kariernya Ahok. Enggak bakalan dia dilantik jadi gubernur (menggantikan Jokowi),” tegas Haji Lulung, kepada wartawan.

Menanggapi hal itu, Ahok yakin bahwa perkataan Haji Lulung tidak akan terjadi. Ahok mengaku tidak gentar dengan ancaman Haji Lulung dan malah menantang balik, karier siapa yang bakalan habis duluan.

“Membinasakan karir? Kita lihat saja siapa yang kariernya binasa,” kata Ahok sambil tersenyum di Hotel Gour Seasons, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, Ahok memutuskan untuk keluar dari Partai Gerindra karena tidak setuju dengan RUU Pilkada dipilih oleh DPRD. Dalam pernyataannya, Ahok menilai RUU tersebut hanya akan menjadi lumbung “bisnis” oknum di DPRD.

(YG)

Comment di sini