Mitos Gunung Slamet Meletus, Pulau Jawa Terbelah

by
September 12th, 2014 at 2:02 pm

CiriCara.com – Gunung Slamet yang berada di lima Kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Tegal mulai menunjukkan peningkatan aktivitas. Semburan lava pijar mulai terlihat dan dentuman keras pun semakin sering terdengar dari Gunung Slamet.

gunung slamet

Gunung Slamet – Ist/Antara

Terlepas dari adanya peningkatan akivitas tersebut, Gunung Slamet juga dikenal mempunyai mitos yang cukup menyeramkan. Mitos tersebut menyebutkan bahwa Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua jika gunung tertinggi di Jawa Tengah ini meletus dahsyat.

Warko, warga Bobosan, Banyumas, Jawa Tengah mengatakan bahwa mitos tersebut sudah berkembang di masyarakat sejak jaman dulu. Mitos ini banyak diyakini warga karena letak Gunung Slamet memang nyaris berada di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan.

“Jare wong tua, nek Slamet jeblug gede bisa mbelah Pulau Jawa. Soale kan memang secara geografis pas di tengah-tengah laut pantai selatan dan utara (Kata orangtua, kalau Gunung Slamet meletus besar bisa membelah Pulau Jawa),” ujar Warko, seperti dikutip dari Merdeka.com, Jumat (12/9/2014).

Dalam mitos tersebut disebutkan bahwa letusan Gunung Slamet itu akan membuat parit besar atau selat yang menyatukan laut selatan dan utara. Sehingga nantinya Pulau Jawa akan terbelah jadi dua oleh aliran air laut tersebut.

Jika berkaca pada letusan dahsyat Gunung Krakatau, mitos tersebut bisa saja terjadi. Pasalnya, para peneliti juga menyebut jauh sebelum letusan tahun 1883, Gunung Krakatau pernah meletus hebat dan membuat Pulau Jawa dan Sumatera terpisah.

Bagaimana dengan Gunung Slamet?

Meskipun demikian, warga di sekitar Gunung Slamet tetap berharap gunung yang memiliki ketinggian 3.428 itu tidak meletus seperti yang diceritakan dalam mitos. Mereka berharap Gunung Slamet tetap membawa keselamatan sesuai dengan namanya.

“Warga kita semua tentu berharap Slamet tetap sedia kala, adem ayem, tidak meletus besar seperti kata-kata orangtua dulu,” kara Warko yang juga merupakan salah satu tokoh pemuda di Bobosan.

Terkait dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Slamet, warga di sekitar lereng sudah mulai waspada. Pengawasan terus dilakukan dengan bantuan alat seadanya, berupa handy talky (HT) untuk berkomunikasi.

“Tiap malam kini ronda terus, dan selalu memantau perkembangan dari HT,” kata Warko.

Lebih lanjut, menurut Warko, warga di sekitar Gunung Slamet selalu berdoa agar tetap aman dan selamat. Baca juga: Muncul Awan Berbentuk Cincin di Atas Puncak Gunung Slamet.

(YG)

Comment di sini