Gerindra Ingin Jegal Karier Ahok Lewat MK

by
September 18th, 2014 at 3:26 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Partai Gerindra kabarnya ingin menghentikan karier Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pemerintahan DKI Jakarta. Gerindra ingin menjegal Ahok melalui uji materi Undang-Undang Pemerintahan Daerah ke Mahkamah Konstitusi (MK).

ahok

Ahok di kantornya – Ist/Tempo.co

Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu pengesahan UU Pemda yang telah direvisi oleh DPR. Setelah disahkan, baru lah uji materi itu didaftarkan ke MK.

Menurut Habib, pihaknya awalnya ingin menguji materi Pasal 29 ayat (2) UU No 32/2004 yang mengatur pemberhentian kepala daerah. Melalui uji materi tersebut, Gerinda ingin memasukan sebuah aturan baru soal pemecatan kepala daerah.

Gerindra ingin agar ada aturan di pasal tersebut yang menyatakan bahwa kepala daerah bisa diberhentikan jika parpol pengusungnya mencabut rekomendasi dukungan. Gerindra juga ingin pemberhentian kepala daerah bisa dilakukan, meski hanya satu parpol yang mundur.

Habib mencontohkan kasus Ahok di Pemerintah DKI. Jika peraturan baru itu dimasukkan, maka Ahok bisa dipecat sebagai pemimpin DKI jika Gerindra menarik dukungannya. Seperti diketahui, Ahok maju di Pilkada DKI 2012, lalu karena diusung PDI-P dan Gerindra.

“Jika salah satu parpol menarik, maka menjadi tidak cukup syarat pengusungan calon (15 kursi DPRD). Tanpa kursi Gerindra, PDI-P tidak cukup (usung Ahok),” kata Habib, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/9/2014).

Meskipun demikian, Habib membantah pembuatan rencana aturan baru tersebut ditujukan untuk menjegal Ahok. Tapi, Habib tidak memungkiri Ahok pun akan jadi “korban” jika aturan baru tersebut dimasukkan ke dalam UU Pemda.

“Enggak (untuk Ahok), bisa secara keseluruhan. Kalau kita kebut dan cepat selesai, maka implikasinya ke Ahok,” ujar Habib.

Atas usulan rencana aturan baru tersebut, Habib mengaku siap menerima protes dan kritik dari semua kepala daerah dan publik. Menurutnya, pembuatan aturan baru itu hanya bertujuan agar para pemimpin daerah lebih bertanggungjawab lagi terhadap janjinya kepada partai.

“Jangan curang. Maju dari parpol karena enggak mampu lewat independen, lalu parpol dianggap jadi penyakit,” kata Habib.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok memutuskan untuk keluar dari Gerindra. Wakil Gubernur DKI Jakarta ini akhirnya keluar karena berbeda pendapat dengan Gerindra yang ingin merubah Pilkada dipilih oleh DPRD.

(YG)

Comment di sini